Polri Lewat TIK Polres Nagekeo Hadirkan Internet Gratis di Tengah Pengungsian Korban Gempa
NAGEKEO – Di tengah situasi darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Mbay dan sekitarnya, Polri tidak hanya hadir melalui bantuan logistik dan pelayanan kemanusiaan. Kebutuhan komunikasi warga di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian.

Melalui Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polres Nagekeo, Polri memasang Wontech, layanan internet gratis, di sekitar tenda pengungsian terpadu Lapangan Berdikari Danga, Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Fasilitas tersebut memberikan akses internet bagi masyarakat yang sedang berada di lokasi pengungsian, sehingga mereka tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga, memperoleh informasi terkini dan mengakses berbagai layanan digital selama masa tanggap darurat.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., mengatakan kebutuhan masyarakat di tengah bencana tidak hanya menyangkut makanan, air bersih dan tempat tinggal, tetapi juga akses komunikasi.
“Di tengah situasi bencana seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya bantuan berupa makanan dan tempat tinggal, tetapi juga akses komunikasi dan informasi. Karena itu, kami melalui Seksi TIK Polres Nagekeo menghadirkan internet gratis di lokasi pengungsian agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan,” ujar AKBP Rachmat.
Menurutnya, keberadaan internet gratis diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga selama menjalani masa pengungsian.
“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak merasa sendiri. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semoga fasilitas internet gratis ini dapat membantu warga, terutama untuk berkomunikasi dengan keluarga dan mengakses informasi penting selama masa pemulihan pascagempa,” lanjutnya.
Pemasangan Wontech oleh personel TIK Polres Nagekeo menjadi bentuk pelayanan Polri yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. Di tengah keterbatasan yang dirasakan warga akibat bencana, akses internet dapat menjadi sarana penting untuk mendapatkan informasi sekaligus menjaga hubungan dengan keluarga.
Kehadiran fasilitas tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat di lokasi pengungsian. Warga memanfaatkan akses internet untuk menghubungi keluarga dan mencari informasi mengenai kondisi terkini pascabencana.
Sementara itu, Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan langkah yang dilakukan Polres Nagekeo menunjukkan bahwa pelayanan Polri dalam penanganan bencana terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
“Dalam situasi bencana, komunikasi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Kehadiran fasilitas internet gratis melalui fungsi TIK merupakan bentuk inovasi pelayanan Polri agar masyarakat tetap dapat terhubung, mendapatkan informasi dan berkomunikasi dengan keluarga,” ujar Kombes Pol. Sajimin.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam penanganan bencana merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang cepat, adaptif dan humanis.
“Polri tidak hanya hadir untuk memberikan rasa aman, tetapi juga berupaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian. Apa yang dilakukan Polres Nagekeo merupakan bentuk nyata bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan,” tambahnya.
Bagi warga yang kehilangan kenyamanan rumah untuk sementara waktu, akses internet mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah tenda pengungsian, fasilitas tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan mereka dengan keluarga, informasi dan dunia di luar lokasi bencana.
Dari Lapangan Berdikari Danga, Polri kembali menunjukkan bahwa kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga memastikan warga tetap terhubung dan memperoleh dukungan selama melewati masa sulit.
Polri hadir, TIK bergerak, masyarakat tetap terhubung.
#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT #PolriPeduli #PolriUntukMasyarakat #PoldaNTT #PolresNagekeo #TIKPolri #InternetGratis #Wontech #PolriHadir #TanggapBencana #NTTBangkit
Humas Polda NTT
