Polres Ngada Berikan Terapi USEFT bagi Warga Pengungsi Pasca Gempa, Bantu Pulihkan Mental dan Psikologis Korban

Polres Ngada Berikan Terapi USEFT bagi Warga Pengungsi Pasca Gempa, Bantu Pulihkan Mental dan Psikologis Korban

NGADA, NTT — Kepolisian Resor Ngada menunjukkan kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana gempa bumi dengan memberikan terapi pemulihan mental kepada warga pengungsi di wilayah hukum Polsek Riung, Kabupaten Ngada.

Kegiatan terapi USEFT (Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique) tersebut dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) sore, bertempat di Posko Pengungsian belakang Gereja St. Petrus dan St. Paulus Bekek, Desa Tado Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Terapi berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 17.10 WITA dan diberikan secara langsung kepada warga yang menempati posko pengungsian pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri tidak hanya memberikan rasa aman kepada masyarakat terdampak bencana, tetapi juga membantu proses pemulihan dari sisi mental dan psikologis. Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, khususnya sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, turut memberikan dampak dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Ngada.

Terapi USEFT dipandu langsung oleh PS. Kasi Dokkes Polres Ngada Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., yang bertindak sebagai konselor terapi. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi personel Sie Dokkes Pengatur Tk. I Muhammad Isramansyah, A.Md.Kep., serta Banit Samapta Polsek Riung Bripka Elvis Nenobais.

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, warga diajak mengikuti setiap tahapan terapi untuk membantu mengelola tekanan emosi yang muncul setelah mengalami situasi bencana.

Terapi tersebut diarahkan untuk membantu warga mengatasi rasa takut yang berlebihan, kesedihan, maupun trauma pascagempa. Selain itu, kegiatan juga bertujuan membangkitkan kembali rasa percaya diri serta memberikan motivasi agar masyarakat mampu mengendalikan emosi dan menghadapi situasi sulit dengan lebih tenang.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penanganan bencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi mental masyarakat yang terdampak.

“Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan rasa aman sekaligus dukungan secara psikologis. Karena itu, kehadiran Polri harus mampu menjangkau kedua aspek tersebut. Melalui terapi USEFT ini, personel Polres Ngada berupaya membantu warga mengelola rasa takut, kecemasan dan tekanan emosional yang mungkin muncul setelah mengalami bencana,” ujar Kombes Pol Sajimin.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang berada dalam kondisi rentan akibat bencana.

“Polri ingin memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah. Kehadiran anggota di posko pengungsian diharapkan dapat memberikan ketenangan, semangat dan motivasi kepada warga untuk bangkit secara perlahan. Pemulihan pascabencana membutuhkan kebersamaan, kepedulian dan dukungan dari semua pihak,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk hadir secara menyeluruh dalam penanganan bencana. Selain menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi pengungsian, personel kepolisian turut memberikan pendampingan dan perhatian terhadap kebutuhan psikologis masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti tahapan terapi yang diberikan oleh konselor. Suasana di posko pengungsian pun berlangsung tenang dan penuh kekeluargaan. Setelah mengikuti kegiatan, warga tampak lebih rileks dan tenang dalam mengikuti proses pemulihan.

Kombes Pol Sajimin menambahkan bahwa jajaran Polda NTT akan terus mendorong personel di wilayah terdampak untuk memberikan pelayanan yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Setiap bantuan, pendampingan dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat merupakan bagian dari pengabdian Polri. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu mempercepat pemulihan mental dan psikologis warga, sehingga mereka memiliki kekuatan dan kepercayaan diri untuk kembali menjalani aktivitas setelah bencana,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Terapi USEFT di Posko Pengungsian Desa Tado Tengah berakhir pada pukul 17.10 WITA. Seluruh kegiatan berjalan aman, lancar dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Ngada menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat terdampak bencana bukan semata-mata dalam tugas pengamanan, tetapi juga sebagai sahabat, pendamping dan penguat bagi masyarakat dalam melewati masa-masa sulit pascabencana.