Polri Hadir untuk Pendidikan dan Masyarakat: Wakapolda NTT Dirikan Tenda Darurat di SMPN 048 Sa Ate Gai Kiu Pascabencana
Maumere – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan dan kondisi sosial masyarakat pascabencana dengan merespons cepat robohnya bangunan SMP Negeri 048 Sa Ate Gai Kiu di Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Kepala Kepolisian Daerah NTT, Baskoro Tri Prabowo, memimpin langsung pemasangan dua unit tenda pleton pada Senin (16/2/2026). Tenda tersebut difungsikan sebagai ruang kelas sementara agar 52 siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) setelah bangunan sekolah mereka roboh diterjang angin kencang.
Didampingi Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno dan Wakapolres Sikka Kompol Nofi Posu, Wakapolda NTT menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.

“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti. Saya diperintahkan langsung oleh pimpinan Polri untuk memastikan jajaran Polri lebih aktif hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi objektif di lapangan, dan memberikan solusi konkret,” ujar Wakapolda.
Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada penanganan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan. Ia menyampaikan arahan agar jajaran Polri bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat rentan.
“Saya bersama Kapolres dan pemerintah daerah diminta untuk lebih banyak turun langsung ke lapangan. Lakukan pendataan keluarga miskin ekstrem secara langsung, bantu verifikasi data, dan dampingi masyarakat agar dapat mengakses seluruh program bantuan pemerintah,” tegasnya.
Menurut Wakapolda, peran Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek sangat strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan tidak ada warga yang terlewat dari perhatian negara.
“Bhabinkamtibmas harus hadir dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Polri harus menjadi jembatan kehadiran negara. Jangan sampai ada masyarakat yang berhak menerima bantuan, tetapi tidak mengetahui caranya atau kesulitan mengaksesnya,” tandas Wakapolda.
Langkah cepat Polri dalam mendirikan tenda darurat dan menyalurkan perlengkapan sekolah ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat. Kehadiran Polri diharapkan mampu memberikan rasa aman, harapan, serta memastikan hak dasar masyarakat—termasuk pendidikan—tetap terpenuhi.
Polri berkomitmen untuk terus hadir, bekerja nyata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Humas Polda NTT
