Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital

Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital
Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital
Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital
Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital
Polisi Masuk Sekolah, Dirbinmas Polda NTT: Bentengi Pelajar dari Bullying, Narkoba hingga Jejak Digital

KUPANG, NTT — Senin pagi di sejumlah sekolah di Kota Kupang tidak hanya diisi dengan rutinitas upacara bendera. Kehadiran personel Polda NTT sebagai Inspektur Upacara (Irup) membawa pesan penting bagi para pelajar tentang bagaimana menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjaga diri di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak, Senin (24/8/2026), di sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri Oeba 3, SMP Katolik Sta. Theresia, SDI 2 Oeba, SD Negeri Kuanino, dan SMA Muhammadiyah Kupang.

Melalui program menjadi Irup di sekolah, personel Polda NTT menyampaikan berbagai materi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Pesan yang diberikan mulai dari bijak menggunakan media sosial, menjaga etika dan sopan santun, mencegah perundungan atau bullying, menjaga privasi, hingga menjauhi bahaya narkoba.

Di SD Negeri Oeba 3, Ps. Kanit Polsatwa Ditsamapta Polda NTT Ipda Yoshua P. Saragih bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kepada para siswa, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial harus diikuti dengan kecerdasan dan tanggung jawab.

Para pelajar diingatkan bahwa setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan di media sosial dapat meninggalkan jejak digital. Karena itu, siswa diminta berhati-hati sebelum mengunggah atau menyebarkan sesuatu di ruang digital.

Selain literasi digital, Ipda Yoshua juga mengajak para siswa disiplin mengikuti proses belajar, menaati tata tertib sekolah, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan, serta menjauhi kekerasan dan bullying.

Pesan serupa disampaikan Ipda Earil Galuh Riwu, S.H., Panit 1 Unit 2 Subdit 2 Ditres PPA dan PPA Polda NTT, saat menjadi Irup di SMP Katolik Sta. Theresia Kupang.

Didampingi personel Ditres PPA dan PPA Polda NTT, Ipda Earil mengajak para siswa untuk cerdas dalam bermedia sosial, menjaga etika dan sopan santun, melindungi privasi serta keamanan diri, dan mampu mengelola waktu dengan baik.

Sementara itu, di SDI 2 Oeba, Ipda Bobby C.P. Hailitik, S.H. mengangkat persoalan penggunaan media sosial serta perundungan di lingkungan sekolah dan rumah.

Pesan tersebut menjadi penting karena anak-anak kini semakin dekat dengan teknologi. Edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif sekaligus mencegah mereka menjadi korban maupun pelaku perundungan.

Kegiatan serupa juga berlangsung di SD Negeri Kuanino, yang dipimpin Aiptu Kristiana. Kehadiran personel Polri dalam upacara sekolah menjadi ruang untuk berinteraksi langsung dengan siswa sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Berbeda dengan jenjang sekolah dasar dan menengah pertama, materi yang disampaikan di SMA Muhammadiyah Kupang menyentuh persoalan yang lebih spesifik, yakni bahaya narkoba bagi remaja dan pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

Kabag Wasik Ditresnarkoba Polda NTT Kompol Herman Nelson Lona, S.H. yang bertindak sebagai Irup mengingatkan para siswa agar tidak mencoba maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda tentang konsekuensi serius penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, pendidikan, masa depan, serta lingkungan sosial.

Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H. mengatakan, kegiatan menjadi Irup di sekolah merupakan bagian dari upaya Polri membangun komunikasi langsung dengan generasi muda.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk karakter. Karena itu, Polri hadir untuk memberikan edukasi agar para siswa memiliki karakter yang baik, disiplin, mampu menjaga pergaulan, bijak menggunakan teknologi, serta menjauhi narkoba dan segala bentuk kekerasan,” ujar Sajimin.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi pelajar, tetapi juga memiliki risiko apabila tidak digunakan secara bijaksana.

“Anak-anak harus memahami bahwa apa yang dilakukan di dunia digital tetap memiliki konsekuensi. Gunakan media sosial untuk hal-hal positif, jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan jangan melakukan sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Sajimin juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman dan bebas dari bullying.

“Tidak boleh ada ruang untuk perundungan. Jika melihat atau mengalami bullying, jangan diam. Sampaikan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan bantuan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, persatuan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara sejak usia sekolah.

Polri berharap pesan yang disampaikan dalam upacara tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, lingkungan pergaulan maupun ruang digital.

Dari lapangan upacara sekolah-sekolah di Kota Kupang, personel Polda NTT membawa satu pesan yang sama: generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya menjadi anak yang pintar, tetapi juga berkarakter, berintegritas dan mampu menjaga dirinya di tengah tantangan zaman.

Seluruh rangkaian kegiatan upacara berlangsung aman, tertib, khidmat dan lancar.

#PolriUntukMasyarakat #PoldaNTT #DirbinmasPoldaNTT #PolisiMasukSekolah #PolriPeduliPendidikan #StopBullying #PelajarCerdasBermediaSosial #GenerasiMudaNTT #JauhiNarkoba #NTTPenuhKlasih