Polda NTT Penuh Kasih: Menapaki "Jalan Tengah" di Larantuka demi Kondusifitas Flotim

Polda NTT Penuh Kasih: Menapaki

LARANTUKA – Kamis (2/4/2026), Semangat kekeluargaan dan kasih menyelimuti kunjungan silaturahmi jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur ke Istana Keuskupan Larantuka, Flores Timur. Kunjungan yang dipimpin langsung Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, para Pejabat Utama Polda NTT, serta Kapolres Flores Timur itu menjadi bagian dari implementasi program “Polda NTT Penuh Kasih”. Selain menjalin silaturahmi dengan tokoh agama, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk memantau langsung pelayanan pengamanan rangkaian Semana Santa di Larantuka agar seluruh prosesi keagamaan dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Polda NTT disambut hangat oleh Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro di Istana Keuskupan. Suasana penuh keakraban tampak sepanjang pertemuan, menandai eratnya hubungan antara aparat kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keharmonisan di Flores Timur.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya sekadar silaturahmi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat pendekatan humanis dan kultural dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Kapolda NTT ingin memastikan bahwa penyelesaian berbagai persoalan sosial di Flores Timur dilakukan dengan pendekatan yang mengedepankan dialog, kasih, dan penghormatan terhadap budaya masyarakat setempat,” ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Kapolda NTT selaras dengan filosofi masyarakat Larantuka yang dikenal sebagai “jalan tengah”. Dalam pemaknaan antropologis dan etimologi lokal, Larantuka dipandang sebagai titik temu, ruang rekonsiliasi, dan tempat berbagai kepentingan, budaya, serta keyakinan bertemu untuk menemukan keseimbangan.

“Larantuka adalah tanah pertemuan. Karena itu, menjaga kondusifitas di wilayah ini tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang kaku. Dibutuhkan jalan tengah, di mana kasih dan keadilan berjalan beriringan sehingga semua pihak merasa dirangkul,” kata Kabidhumas.

Ia menegaskan, dalam semangat “Polda NTT Penuh Kasih”, Polri hadir bukan semata sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator rekonsiliasi yang mampu mempertemukan berbagai pihak ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat.

Dalam dialog bersama pihak Keuskupan, sejumlah isu sosial dan potensi konflik horizontal di Flores Timur menjadi pembahasan utama. Polda NTT menilai, penyelesaian persoalan harus mengedepankan kearifan lokal, musyawarah, dan komunikasi yang menenangkan agar tidak ada pihak yang merasa diabaikan.

“Setiap gesekan sosial harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Inilah bentuk nyata pelayanan Polri yang penuh kasih, yakni hadir dengan empati dan mengutamakan penyelesaian yang damai,” tambah Kombes Pol. Henry.

Melalui pendekatan tersebut, Polda NTT ingin memperkuat sinergi antara Polri dan Gereja sebagai dua elemen penting yang menjaga stabilitas sosial di Flores Timur. Gereja dipandang memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan damai kepada umat, sementara Polri hadir memberikan rasa aman dan memastikan situasi tetap kondusif.

Kabidhumas juga menegaskan bahwa penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat Flores Timur menjadi bagian penting dalam setiap langkah Polda NTT. Masyarakat Flotim yang memiliki ikatan adat dan nilai religius yang kuat dinilai lebih mudah menerima pesan-pesan keamanan apabila disampaikan melalui pendekatan budaya dan kekeluargaan.

“Polda NTT sangat menghargai tatanan adat dan nilai religius masyarakat Flores Timur. Dengan menjunjung filosofi jalan tengah, kami berharap setiap potensi perpecahan dapat diredam dan diganti dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Kunjungan ke Keuskupan Larantuka tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran negara melalui Polri tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membawa kesejukan dan membangun harapan.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara Polda NTT, Gereja, tokoh adat, dan masyarakat, Flores Timur diyakini akan tetap menjadi wilayah yang aman, stabil, dan penuh kasih persaudaraan.

#PoldaNTTPenuhKasih