Sigap di Tengah Keterbatasan, Dokkes Polres Manggarai Evakuasi Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien Butuh Oksigen Pascagempa

Sigap di Tengah Keterbatasan, Dokkes Polres Manggarai Evakuasi Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien Butuh Oksigen Pascagempa

RUTENG, MANGGARAI — Di tengah situasi darurat pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, kepedulian dan kesigapan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali terlihat nyata. Personel Dokkes Polres Manggarai bergerak cepat memberikan bantuan evakuasi medis terhadap enam orang ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan dukungan oksigen dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Rabu (2/9/2026).

Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan sarana transportasi medis pascabencana. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah personel Polres Manggarai untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan secara segera.

Dengan memanfaatkan truk ambulans Polres Manggarai sebagai sarana transportasi darurat, para pasien dipindahkan dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Dalam proses evakuasi, personel Dokkes Polres Manggarai bersama petugas kesehatan memastikan setiap pasien dipindahkan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi medis masing-masing. Khusus bagi salah satu pasien yang membutuhkan oksigen, dukungan oksigen tetap diberikan selama perjalanan untuk membantu menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Setibanya di Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, seluruh pasien langsung diserahkan kepada dokter dan bidan yang bertugas untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.

Aksi cepat tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kepolisian mengoptimalkan sarana dan sumber daya yang tersedia ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat. Keterbatasan fasilitas bukan menjadi alasan untuk menunda pertolongan, terlebih ketika menyangkut keselamatan ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam setiap situasi darurat, Polri harus mampu hadir dan memberikan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang bagi personel untuk memberikan pertolongan. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas, dan seluruh jajaran diminta untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dalam membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan penegasan Kapolda NTT.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait sangat penting untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan dasar, khususnya akses terhadap layanan kesehatan.

“Di tengah kondisi pascabencana, sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat dibutuhkan. Kami mengapresiasi personel di lapangan yang bergerak cepat membantu masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan secara nyata, khususnya kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat maupun pascabencana.

“Polres Manggarai berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan, perlindungan dan pertolongan secara cepat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas kami,” tegas Kapolres Manggarai.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

Respons cepat personel Dokkes Polres Manggarai dalam mengevakuasi enam ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan oksigen tersebut pun mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah keterbatasan pascabencana dinilai menjadi wujud nyata pelayanan kepolisian yang mengedepankan sisi kemanusiaan.

Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar. Para pasien selanjutnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

Melalui keterlibatan aktif personel Dokkes dan seluruh jajaran, Polres Manggarai terus memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan masyarakat terdampak bencana tidak kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan serta bantuan yang mereka butuhkan.

Di tengah situasi sulit pascagempa, langkah sederhana berupa penyediaan kendaraan darurat dan pendampingan medis tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk menolong, melindungi dan memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit seorang diri.