Program Kapolda NTT, Polisi Serentak Jadi Irup di Sekolah: Tanamkan Disiplin hingga Cegah Kekerasan pada Pelajar

Program Kapolda NTT, Polisi Serentak Jadi Irup di Sekolah: Tanamkan Disiplin hingga Cegah Kekerasan pada Pelajar

Kupang – Program “Polisi Hadir di Sekolah” yang diinisiasi Kapolda NTT terus digencarkan di berbagai satuan wilayah. Pada Senin (13/4/2026), sejumlah personel Polda NTT turun langsung menjadi inspektur upacara di beberapa sekolah di Kota Kupang, sebagai upaya membangun karakter dan kesadaran hukum sejak dini.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah sekolah, di antaranya SMP Negeri 8, SMP Negeri 15, SMP Negeri 18, MTs Negeri Kota Kupang, hingga SMP Kristen Citra Bangsa Kupang, dengan materi pembinaan yang menyesuaikan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Di SMP Negeri 8 Kota Kupang, AKP Rally B. Larrik, S.Sos., M.A.P., bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kapolda NTT kepada seluruh peserta upacara. Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya disiplin, etika, serta menjauhi perilaku menyimpang.

Sementara itu, di SMP Negeri 15 Kota Kupang, IPDA Kadek Suadyana memberikan penekanan pada bijak bermedia sosial, bahaya pergaulan bebas, serta kewaspadaan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan sarana kontak berupa bola kaki, bola voli, dan net voli guna mendukung kegiatan positif siswa.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMP Negeri 18 Kupang, di mana personel Polda NTT hadir memberikan edukasi terkait bahaya narkoba, pentingnya menjauhi kebiasaan buruk, serta mengajak pelajar untuk fokus pada pendidikan dan masa depan.

Selain itu, di MTs Negeri Kota Kupang, anggota Polri juga bertindak sebagai inspektur upacara dengan memberikan pembinaan terkait disiplin, etika, serta pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial dan menaati aturan, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Di SMP Kristen Citra Bangsa Kupang, Kanit Subdit II Dirres PPA dan PPO Polda NTT, AKP Nuryani T. Ballu, S.H., M.H., bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kegiatan tersebut, AKP Nuryani didampingi dua personel Subdit II, yakni Brigpol Nevin K. Sewta, S.Agr., Briptu Adrianus S. Klau, S.M., serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kayu Putih. Upacara diikuti oleh kepala sekolah, para guru, serta seluruh siswa-siswi.

Dalam amanatnya, AKP Nuryani menyoroti berbagai persoalan serius yang kerap dihadapi pelajar, seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga eksploitasi seksual komersial.

Ia menjelaskan bahwa bullying seringkali dianggap sebagai candaan, padahal dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental korban, baik melalui ejekan fisik, pengucilan, maupun perundungan di media sosial.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kasus kekerasan seksual kerap terjadi dengan berbagai modus dan tidak jarang dilakukan oleh orang yang dikenal korban.

“Ini adalah pelanggaran serius yang dapat merusak masa depan. Adik-adik harus berani menolak dan melaporkan jika mengalami atau mengetahui kejadian tersebut,” tegasnya.

Tak kalah penting, siswa juga diingatkan untuk waspada terhadap praktik eksploitasi seksual komersial yang kerap bermula dari iming-iming materi seperti uang atau barang.

Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol Sudartomo, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Kapolda NTT dalam rangka membangun generasi muda yang kuat secara karakter dan sadar hukum.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan pelajar memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya kenakalan remaja, kekerasan, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di lingkungan pendidikan sebagai mitra strategis dalam membina generasi muda.

Seluruh rangkaian kegiatan di berbagai sekolah tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat respon positif dari pihak sekolah dan para siswa.

Dengan langkah ini, Polda NTT berharap dapat mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

#PoldaNTTPenuhKasih