Polri Tak Tinggal Diam, Tim Samapta dan K-9 Evakuasi Barang Warga dari Reruntuhan Gempa di Manggarai Timur
Manggarai Timur, NTT — Di tengah puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa bumi, kepedulian Polri kembali hadir menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Personel Subsatgas Samapta dan Subsatgas Satwa Operasi Aman Nusa II Polda NTT bergerak membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari reruntuhan rumah di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Senin (24/8/2026).

Sebanyak 20 personel terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari empat personel Subsatgas Satwa dengan dukungan satu ekor K-9 SAR serta 16 personel Subsatgas Samapta.
Aksi kemanusiaan itu bermula ketika seorang warga bernama Soleh Sahudin (45) mendatangi Posko Samapta Polda NTT yang berada di Mapolsek Lamba Leda Utara. Ia meminta bantuan personel Polri untuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga yang masih berada di dalam bangunan rumah yang runtuh.
Permintaan tersebut langsung direspons. Sekitar pukul 15.00 WITA, tim gabungan bergerak menuju Kampung Ronting. Tim evakuasi dipimpin Kasub Satgas Satwa Aiptu Vinsen Loye.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.15 WITA, personel terlebih dahulu berdialog dengan pemilik rumah untuk memastikan kondisi dan kebutuhan evakuasi. Setelah itu, personel bersama warga mulai mengevakuasi sejumlah barang dari balik reruntuhan.
Dengan kondisi bangunan yang telah rusak, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati. Sejumlah barang yang berhasil dikeluarkan antara lain sofa, lemari, perabot rumah tangga hingga tandon air. Barang-barang tersebut kemudian dipindahkan ke tempat yang dinilai lebih aman.
Di tengah proses evakuasi, tim juga menyerahkan bantuan dari Kapolda NTT berupa beras 10 kilogram dan dua dus mi instan kepada keluarga terdampak.
Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H, menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir secara langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana, bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan kemanusiaan di lapangan.
“Polri berupaya hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika warga membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan barang-barang yang masih dapat dievakuasi dari reruntuhan, personel langsung bergerak. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Plh. Kabidhumas Polda NTT.
Menurutnya, kondisi pascabencana membutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh pihak. Karena itu, personel Polri di lapangan terus didorong untuk peka terhadap situasi dan kebutuhan masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak memaksakan diri memasuki bangunan yang mengalami kerusakan. Keselamatan harus menjadi prioritas. Personel Polri akan terus berkoordinasi dan membantu sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Bagi Soleh Sahudin dan keluarganya, kehadiran personel Polri menjadi bantuan yang sangat berarti. Di tengah kehilangan dan kerusakan akibat bencana, mereka tidak harus menghadapi proses evakuasi seorang diri.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada personel Polri yang telah membantu mengeluarkan barang-barang miliknya dari reruntuhan.
Setelah seluruh barang yang masih dapat diselamatkan berhasil dipindahkan ke tempat aman, kegiatan evakuasi berakhir sekitar pukul 16.30 WITA. Tim kemudian kembali ke Mapolsek Lamba Leda Utara dan melaksanakan apel konsolidasi.
Aksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana Operasi Aman Nusa II Polda NTT tidak hanya berfokus pada penanganan situasi keamanan pascabencana, tetapi juga bergerak menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Di tengah rumah yang runtuh dan kehidupan yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran personel Samapta, Satwa, dan K-9 SAR memberikan pesan sederhana namun kuat: masyarakat terdampak bencana tidak berjalan sendirian. Polri hadir untuk membantu, melindungi, dan menguatkan.
#NTTPenuhKasih #PrayForFloresNTT
Humas Polda NTT
