Polisi Bersihkan Puing Rumah Warga Terdampak Gempa di Keliwumbu, Kapolres Ende: Kami Hadir untuk Meringankan Beban Warga
ENDE — Kepedulian jajaran Polres Ende, Polda NTT, terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Pada Rabu (2/9/2026) pagi, personel Polsek Maurole bersama anggota Pospol Airud Ropa turun langsung membantu membersihkan puing dan reruntuhan rumah warga di Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dipimpin Kapolsek Maurole Iptu Syaiban. Personel kepolisian bersama warga bahu-membahu membersihkan material bangunan yang berserakan akibat guncangan gempa.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascabencana.
“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, tetapi juga ketika warga menghadapi kesulitan akibat bencana. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan,” ujar AKBP Yudhi Franata.
Dua Rumah Menjadi Sasaran Gotong Royong
Aksi kemanusiaan tersebut menyasar dua lokasi, yakni rumah milik Maksimus Seto di Dusun Siatenda dan kediaman Maksimus Heronimus Kami di Dusun Mbotu Ropa.
Rumah di lokasi kedua mendapat perhatian khusus karena Margareta Sare, istri Maksimus Heronimus Kami, harus menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Sang suami diketahui tengah merantau ke Malaysia.
Personel kepolisian membantu mengangkat dan menyingkirkan material bangunan yang berpotensi membahayakan penghuni maupun warga sekitar.
Kapolres Ende menegaskan, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Gotong royong seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendirian menghadapi dampak bencana. Kami akan terus mendorong personel untuk hadir dan membantu sesuai kebutuhan di lapangan,” katanya.
Di Tengah Puing, Tumbuh Harapan
Bagi Margareta Sare, kehadiran polisi memberikan arti tersendiri. Di tengah kondisi rumah yang rusak akibat gempa, bantuan tersebut membuat pekerjaan membersihkan reruntuhan yang sulit dilakukan seorang diri menjadi lebih ringan.
“Terima kasih kepada pihak Polri, khususnya Polsek Maurole dan Pos Polairud Ropa yang sudah membantu membersihkan reruntuhan puing rumah kami akibat bencana alam gempa,” ungkap Margareta.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong hingga berakhir sekitar pukul 11.10 WITA.
Bagi Polri, membersihkan puing bukan sekadar pekerjaan fisik. Di balik setiap material yang disingkirkan, ada upaya untuk mengembalikan rasa aman sekaligus menumbuhkan kembali harapan masyarakat agar mampu bangkit setelah bencana.
Humas Polda NTT
