Keluhan Warga Viral di Medsos, Kapolres Mabar Gerak Cepat Kirim Bantuan ke Nggilat Lewat Jalur Laut
LABUAN BAJO — Ketika jalan darat tak lagi menjadi pilihan, laut pun ditempuh. Di tengah sulitnya akses menuju Desa Nggilat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kepedulian justru menemukan jalannya sendiri.
Rabu (2/9/2026) sore, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai Barat bergerak membawa bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi Flores. Bukan dengan kapal besar, melainkan menggunakan perahu ketinting milik warga yang disewa untuk menembus jalur pesisir.
Langkah tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Informasi mengenai keterbatasan pasokan kebutuhan pokok di Nggilat menjadi perhatian Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K.
Begitu informasi diterima, jajaran kepolisian bergerak menyiapkan bantuan.
“Kami memantau langsung kondisi dan keluhan masyarakat pesisir yang tersampaikan lewat media sosial. Begitu menerima informasi mengenai kesulitan pasokan logistik warga di Desa Nggilat, kami langsung bergerak menyiapkan dan mengirimkan bantuan pangan serta kebutuhan sanitasi dasar,” ujar AKBP Christian.
Saat Jalan Terputus, Laut Menjadi Jalan Kemanusiaan
Desa Nggilat menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Akses darat yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat membuat distribusi bantuan membutuhkan cara berbeda.
Polisi kemudian memilih jalur laut sebagai alternatif tercepat. Dari Aula Mako Polres Manggarai Barat, bantuan diberangkatkan sekitar pukul 16.00 WITA menggunakan kendaraan pick-up menuju Pantai Ketentang, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.
Sekitar pukul 17.30 WITA, logistik tiba di pesisir dan langsung dipindahkan ke perahu ketinting. Barang-barang bantuan disusun dan diamankan sebelum dibawa menyeberangi perairan menuju Nggilat.
Bantuan tersebut disiapkan untuk 234 kepala keluarga terdampak bencana.
Isinya bukan hanya beras dan makanan, tetapi juga kebutuhan kelompok rentan. Sebanyak 135 karung beras kemasan 5 kilogram, 22 dos paket sembako, 20 dos mi instan, 10 dos biskuit Kelapa Hijau, 5 dos biskuit Roma dan 10 dos air mineral turut dikirim.
Untuk kebutuhan bayi, perempuan dan keluarga, polisi juga membawa 10 dos susu bayi SGM, 3 dos popok bayi, 11 dos pembalut wanita, 10 dos tisu wajah, 5 dos tisu kering serta 4 dos tisu basah. Sebanyak 540 lembar selimut turut disalurkan untuk membantu warga menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Bukan Sekadar Bantuan, Tetapi Pesan Bahwa Warga Tidak Sendirian
Kapolres Manggarai Barat menegaskan, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pelayanan kepada masyarakat.
“Sulitnya akses darat bagi kendaraan roda dua maupun roda empat membuat jalur laut menjadi pilihan yang lebih cepat. Oleh karena itu, kami berinisiatif menyewa perahu milik masyarakat setempat guna mendistribusikan bantuan logistik,” jelasnya.
Bagi warga Nggilat, bantuan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar isi paket. Di tengah keterbatasan akses dan situasi pascagempa yang belum sepenuhnya pulih, kedatangan bantuan menjadi tanda bahwa mereka tetap diperhatikan.
Kepala Desa Nggilat Elias Firdaus Jani menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran kepolisian.
“Bantuan ini sangat berarti bagi 234 KK di desa kami yang saat ini berjuang memulihkan kondisi pascabencana. Akses darat yang sulit membuat kami sangat bergantung pada jalur laut. Terima kasih kepada Kapolres Manggarai Barat dan Satpolairud yang sangat cekatan menjangkau kami,” ungkap Elias.
Ia memastikan bantuan yang diterima akan segera disalurkan kepada masyarakat secara transparan dan tepat sasaran.
Di balik perjalanan sebuah perahu ketinting yang membawa ratusan paket bantuan, tersimpan gambaran sederhana tentang arti kehadiran negara. Ketika jalan darat tertutup dan jarak menjadi tantangan, kepedulian tetap mencari jalan.
Dari pesisir Pantai Ketentang menuju Nggilat, bantuan itu bukan hanya membawa beras, susu, selimut dan kebutuhan sehari-hari. Ia membawa harapan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak berjalan sendiri dalam melewati masa sulit.
Satpolairud Polres Manggarai Barat pun memastikan pemantauan wilayah pesisir akan terus dilakukan, termasuk melalui patroli perairan, guna menjaga keamanan dan mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Humas Polda NTT
