Polda NTT Tanggap Bencana, Kapolres Ende Tinjau Langsung Jalan Trans Utara yang Runtuh di Wewaria
Ende, Selasa (13/1/2026) — Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan respons cepat terhadap bencana alam dengan melakukan peninjauan langsung lokasi runtuhnya badan Jalan Trans Utara Welamosa–Maukaro di Dusun Maumeri, Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. bersama rombongan turun langsung ke lokasi pada Selasa siang untuk memastikan kondisi lapangan, keselamatan pengguna jalan, serta langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa runtuhnya badan jalan tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi sejak Minggu (11/1/2026), menyebabkan banjir pada aliran kali di sekitar lokasi dan mengikis badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter.
“Kapolres Ende turun langsung untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat saat menghadapi bencana,” ujar Kombes Pol. Henry.
Tidak Ada Korban Jiwa, Arus Lalu Lintas Diatur Ketat
Berdasarkan hasil peninjauan, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil berupa kendaraan akibat kejadian tersebut. Saat ini, ruas jalan masih dapat dilewati kendaraan roda dua dan roda empat dengan memanfaatkan bahu jalan, namun kendaraan bertonase berat dilarang melintas karena kondisi tanah yang labil dan lunak.
Personel Polsek Wewaria di bawah pimpinan Kapolsek Wewaria Iptu Dantje Dima telah melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi (police line), pengaturan arus lalu lintas, serta rambu peringatan di sekitar lokasi jalan runtuh.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca dari Polda NTT
Kabidhumas Polda NTT menegaskan bahwa jajaran kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi dan banjir susulan. Utamakan keselamatan, jangan memaksakan melintas bila kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.
Polda NTT juga mendorong koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan instansi terkait untuk percepatan penanganan infrastruktur, guna mencegah terputusnya akses transportasi dan terganggunya aktivitas masyarakat.
Langkah cepat peninjauan dan pengamanan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan serta menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Humas Polda NTT
