Polda NTT Resmi Tutup Pencarian Nelayan Hilang di Flotim, Keluarga Terima dengan Ikhlas

Polda NTT Resmi Tutup Pencarian Nelayan Hilang di Flotim, Keluarga Terima dengan Ikhlas

Flores Timur, Selasa (13/1/2026)Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui tim gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan asal Kabupaten Flores Timur yang dilaporkan hilang saat melaut. Penghentian pencarian dilakukan setelah seluruh upaya maksimal sesuai standar operasional prosedur (SOP) tidak membuahkan hasil hingga hari ketujuh.

Nelayan yang hilang diketahui berusia 51 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan berasal dari Dusun Likutuden, Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah tim gabungan dari Basarnas Maumere, Polairud Polres Flores Timur, dan BPBD Kabupaten Flores Timur melaksanakan pencarian secara intensif dan menyeluruh selama tujuh hari.

“Seluruh tahapan pencarian telah dilakukan sesuai SOP, baik penyisiran laut maupun koordinasi dengan masyarakat sekitar. Hingga hari ketujuh tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, sehingga operasi SAR secara resmi dihentikan,” ujar Kombes Pol. Henry.

Koordinasi Humanis dengan Keluarga Korban

Sebelum operasi SAR ditutup, tim gabungan terlebih dahulu melakukan koordinasi langsung dengan pihak keluarga korban di rumah duka. Penjelasan disampaikan secara terbuka dan humanis terkait batas waktu pencarian sesuai ketentuan serta kemungkinan perpanjangan operasi apabila ditemukan petunjuk baru.

“Keluarga korban dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada dan penuh pengertian. Kami mengapresiasi sikap keluarga yang tetap kooperatif dan kuat dalam menghadapi musibah ini,” lanjutnya.

Penutupan resmi pencarian dilakukan oleh Penjabat Kepala Desa Kawalelo, disaksikan oleh keluarga korban dan seluruh unsur tim SAR gabungan. Setelah itu, seluruh personel berpamitan dan kembali ke satuan masing-masing.

Imbauan Keselamatan bagi Nelayan

Dalam kesempatan tersebut, Polda NTT juga kembali mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional, agar lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak keluarga dan aparat setempat.

“Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak seluruh nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak bersahabat, demi menghindari kejadian serupa,” tegas Kabidhumas Polda NTT.

Selama seluruh rangkaian kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan sinergi yang baik antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penanganan musibah kemanusiaan.