Polda NTT Gelar Tes Psikologi PAG, 102 Peserta Dinyatakan Memenuhi Syarat, 37 Peserta TMS
Kupang, NTT – Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan tes psikologi dalam rangka seleksi Pendidikan Alih Golongan (PAG) bagi personel Polri. Kegiatan ini diikuti oleh 139 peserta, terdiri dari 133 polisi laki-laki (Polki) dan 6 polisi wanita (Polwan), dengan pelaksanaan tes yang berlangsung di tiga lokasi di Kota Kupang, yakni SMKN 1 Kupang, SMKN 4 Kupang, dan SMPN 8 Kupang.
Dari total 139 peserta yang mengikuti tes psikologi tersebut, sebanyak 102 peserta dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sementara 37 peserta dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Rinciannya, peserta yang dinyatakan MS terdiri dari 97 Polki dan 5 Polwan. Sementara itu, peserta yang dinyatakan TMS terdiri dari 36 Polki dan 1 Polwan.
Berdasarkan data hasil tes, nilai tertinggi yang dicapai peserta adalah 73, sedangkan nilai terendah adalah 41. Hasil tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dalam tahapan seleksi PAG sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Pelaksanaan tes psikologi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi Pendidikan Alih Golongan. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menilai aspek psikologis peserta sebagai salah satu komponen dalam menentukan pemenuhan persyaratan seleksi, sehingga proses pendidikan dan pengembangan karier personel Polri dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa setiap tahapan seleksi personel Polri harus dilaksanakan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.
“Tes psikologi merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi Pendidikan Alih Golongan. Setiap peserta harus mengikuti seluruh proses seleksi dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi kejujuran, serta mematuhi ketentuan yang berlaku. Hasil seleksi merupakan bagian dari mekanisme penilaian yang dilaksanakan berdasarkan persyaratan dan standar yang telah ditetapkan,” ujar Kabidhumas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seleksi Pendidikan Alih Golongan menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia Polri. Karena itu, setiap tahapan harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai prosedur agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
“Polda NTT berkomitmen mendukung proses pembinaan karier personel melalui mekanisme seleksi yang mengedepankan profesionalisme dan akuntabilitas. Kami mengimbau seluruh peserta untuk menerima hasil seleksi dengan sikap dewasa, tetap menjaga disiplin, dan terus meningkatkan kapasitas diri dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri,” tambahnya.
Pelaksanaan tes psikologi di tiga lokasi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses seleksi PAG di lingkungan Polda NTT. Seluruh tahapan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalisme.
Melalui seleksi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, Polda NTT terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri agar mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara profesional serta berintegritas.
Humas Polda NTT
