Polda NTT Gandeng Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa di Panti KKottongnae Manggarai Barat

Polda NTT Gandeng Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa di Panti KKottongnae Manggarai Barat

Labuan Bajo, NTT — Penanganan pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan logistik. Kondisi psikologis dan kesehatan para penyintas, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, juga menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan psikososial, trauma healing, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi penghuni Panti Asuhan Rumah Kasih Kkottongnae Indonesia di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Selasa (25/8).

Kegiatan yang dilaksanakan Polres Manggarai Barat bersama Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) tersebut menyasar para penghuni dan pengelola panti yang hingga kini masih memilih melakukan pengungsian mandiri di tenda darurat.

Mereka bertahan di luar gedung panti sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah wilayah Flores diguncang gempa bumi.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, keselamatan dan pemulihan masyarakat terdampak tidak cukup hanya dengan memastikan tersedianya makanan dan kebutuhan pokok, tetapi juga harus menyentuh aspek kesehatan serta kondisi psikologis para penyintas.

“Polda NTT berkomitmen memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan pendampingan secara menyeluruh. Tidak hanya kebutuhan logistik, tetapi juga kesehatan fisik dan pemulihan psikologis, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat melewati masa sulit pascabencana,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Psikolog Polda Jawa Tengah memberikan trauma healing dengan pendekatan yang ramah anak. Terapi permainan atau play therapy, konseling kelompok, serta berbagai hiburan edukatif digunakan untuk membantu anak-anak mengelola rasa takut dan kecemasan setelah mengalami peristiwa gempa.

Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat anak-anak di tengah situasi pengungsian.

Suasana yang sebelumnya dipenuhi kecemasan perlahan berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak terlihat antusias mengikuti permainan dan berbagai aktivitas bersama tim trauma healing. Interaksi yang dibangun secara santai menjadi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan sekaligus mengurangi tekanan psikologis akibat bencana.

Selain aspek psikologis, kondisi kesehatan para penghuni panti juga mendapat perhatian. Jajaran Dokkes Polres Manggarai Barat membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penghuni dan pengelola panti.

Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Layanan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan para penyintas, terlebih selama mereka masih tinggal di tenda darurat dengan keterbatasan fasilitas.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, penanganan pascabencana harus memperhatikan kondisi fisik dan mental para penyintas secara bersamaan.

“Kehadiran kami tidak hanya untuk menyalurkan bantuan sembako, tetapi juga memberikan pendampingan pemulihan trauma agar para penghuni panti dapat bangkit dari dampak psikologis pascagempa,” kata Christian.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk memastikan kondisi fisik para penghuni panti tetap terjaga selama menjalani masa pengungsian.

Tak berhenti pada trauma healing dan layanan kesehatan, Polres Manggarai Barat juga menyerahkan bantuan berupa 25 paket sembako dan 15 unit kasur kepada penghuni Panti Asuhan Rumah Kasih Kkottongnae Indonesia.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar selama para penghuni masih tinggal di tenda darurat. Khusus bantuan kasur, keberadaannya diharapkan memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat harus tidur di atas tanah atau terpal.

Kepala Desa Batu Cermin Marianus Yono Jehanu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian jajaran kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak gempa.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polda NTT melalui Polres Manggarai Barat atas bantuan, kepedulian, dan perhatian yang diberikan kepada warga Desa Batu Cermin yang terdampak gempa,” ujar Marianus.

Ia berharap dukungan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi proses pemulihan pascabencana.

Rangkaian kegiatan trauma healing, pemeriksaan kesehatan, dan penyaluran bantuan logistik tersebut menjadi bukti bahwa penanganan bencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Di tengah situasi pascagempa yang masih menyisakan kekhawatiran terhadap gempa susulan, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta membantu para penyintas, khususnya kelompok rentan, untuk perlahan pulih secara fisik maupun psikologis.

Polda NTT bersama jajaran kewilayahan pun terus mendorong sinergi dalam penanganan dampak bencana, dengan menempatkan keselamatan, kesehatan, dan pemulihan masyarakat sebagai bagian penting dari proses tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana.