Jalur Terputus Akibat Longsor, Kapolres Manggarai Timur Dirikan Posko dan Pantau Pengungsian di Lamba Leda Utara
MANGGARAI TIMUR, NTT — Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto turun langsung memantau kondisi warga terdampak bencana di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (16/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan setelah sebelumnya akses menuju wilayah tersebut sempat terputus akibat longsor di sejumlah titik. Kondisi medan yang berat membuat proses penyaluran bantuan dan pemantauan warga terdampak mengalami kendala.
Namun, kabar baik datang pada Minggu dini hari. Jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui akhirnya berhasil dievakuasi sehingga kendaraan dapat kembali mencapai lokasi terdampak.
Setibanya di lokasi, AKBP Haryanto bersama jajaran Polres Manggarai Timur langsung mengambil langkah cepat dengan mendirikan pos tenda kepolisian serta mengecek sejumlah tenda pengungsian yang ditempati warga.
“Hari ini kami sedang memantau ke Kecamatan Lamba Leda Utara yang sebelumnya tidak bisa diakses karena adanya longsor di beberapa titik. Namun alhamdulillah, pagi tadi subuh jalur sudah bisa dievakuasi dan kami bisa mencapai titik lokasi,” ujar AKBP Haryanto.
Menurutnya, hingga kedatangan jajaran kepolisian, belum terdapat instansi lain yang tiba di lokasi tersebut. Karena itu, kepolisian bergerak cepat untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyediakan tempat perlindungan sementara.
“Belum ada instansi yang datang ke mari dan kami langsung mendirikan pos tenda polisi dan mengecek beberapa tenda pengungsian,” katanya.
Tenda Pengungsian dalam Kondisi Darurat
Dalam pemantauan tersebut, Kapolres juga melihat langsung kondisi tenda pengungsian warga di Dusun Ronting. Ia menyebut kondisi tempat pengungsian masih sangat darurat, terutama karena sulitnya akses menuju wilayah tersebut.
“Mari kita cek tenda-tenda pengungsian. Ya, bisa kita lihat di belakang saya ada tenda pengungsian di daerah Dusun Ronting yang sangat darurat sekali,” tutur AKBP Haryanto.
Ia menjelaskan, tenda-tenda darurat tersebut didirikan sebagai bentuk respons awal terhadap kebutuhan warga yang terdampak bencana.
“Tenda-tenda darurat kita dirikan dikarenakan akses ke sini kemarin cukup sulit dan medan cukup berat. Namun demikian, sejak tadi pagi subuh sudah jalur bisa dilewati,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, terbukanya kembali akses menjadi hal penting karena memungkinkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga dapat segera dikirimkan ke lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Haryanto juga terlihat menyampaikan langsung pesan kepada warga yang sedang berada di lokasi pengungsian. Ia meminta masyarakat tetap bersabar karena bantuan berupa makanan dan minuman sedang dalam perjalanan.
“Sabar ya Ibu, Bapak, bantuan lagi perjalanan ke sini. Makanan, minuman lagi jalan ke sini. Soalnya jalurnya cukup panjang. Sabar Bapak, Ibu,” ucapnya kepada para pengungsi.
Perjalanan Tiga Jam dari Bandara Ruteng
Besarnya tantangan menuju lokasi juga tergambar dari waktu tempuh perjalanan. Dari Bandara Ruteng menuju Kecamatan Lamba Leda Utara, perjalanan membutuhkan waktu sekitar tiga jam, terlebih kondisi jalur sebelumnya terganggu oleh longsor di sejumlah titik.
Di tengah proses pemantauan, Kapolres juga menyinggung adanya korban meninggal dunia akibat tenggelam di laut. Jenazah korban terlihat berada di sekitar lokasi dan menjadi bagian dari kondisi duka yang dihadapi masyarakat terdampak.
Kepolisian saat ini terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga, termasuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi serta kondisi akses menuju wilayah terdampak.
Dengan kembali terbukanya jalur sejak Minggu dini hari, diharapkan distribusi bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait dapat segera menjangkau masyarakat di Lamba Leda Utara.
“Perjalanan dari Bandara Ruteng ke lokasi kurang lebih tiga jam. Demikian dilaporkan dari Kecamatan Lamba Leda Utara,” tutup AKBP Haryanto.
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran Polda NTT bersama seluruh satuan kewilayahan terus memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Kapolda menegaskan bahwa dalam situasi bencana, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memberikan perlindungan, pelayanan, serta memastikan kondisi warga dapat dipantau secara langsung.
“Bapak Kapolda NTT menekankan kepada seluruh jajaran agar selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya masyarakat yang sedang mengalami musibah bencana. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ujar Kombes Pol Sajimin menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Menurutnya, langkah cepat yang dilakukan jajaran Polres Manggarai Timur dengan mendatangi lokasi, mendirikan pos tenda kepolisian, serta mengecek kondisi pengungsian merupakan bentuk respons kepolisian terhadap situasi darurat yang dihadapi masyarakat.
Kapolda juga menginstruksikan jajaran agar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat penanganan serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar. Polri akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. Personel di lapangan juga diminta terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” lanjutnya.
Kombes Pol Sajimin menambahkan, kondisi medan dan akses yang sebelumnya terputus akibat longsor menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Karena itu, terbukanya kembali jalur menuju lokasi menjadi momentum penting untuk mempercepat mobilisasi personel maupun bantuan logistik.
Humas Polda NTT
