363 Peserta Seleksi Bintara Brimob Polda NTT Gugur dalam Tes Kesehatan Tahap I, 947 Peserta Lolos ke Tahapan Berikutnya

363 Peserta Seleksi Bintara Brimob Polda NTT Gugur dalam Tes Kesehatan Tahap I, 947 Peserta Lolos ke Tahapan Berikutnya

Kupang, NTT – Sebanyak 363 peserta penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026 dari Panitia Daerah (Panda) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan gugur dalam seleksi kesehatan tahap I. Meskipun demikian, proses seleksi yang berlangsung sejak awal November ini terus berjalan lancar, dan hingga kini masih tersisa 947 peserta yang berhasil lolos untuk melanjutkan tahapan berikutnya.

Seleksi kesehatan tahap I yang berlangsung di Gedung Hemodialisa Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang ini, dilakukan selama empat hari, dimulai pada Minggu (23/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025). Pemeriksaan kesehatan ini meliputi sejumlah tes fisik yang meliputi pemeriksaan mata, THT, gigi, tensi darah, tinggi dan berat badan, serta tes fisik secara umum.

Proses pemeriksaan kesehatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda NTT, AKBP dr. Herry Purwanto, dengan pengawasan ketat dari pihak internal dan eksternal. Pengawasan internal dilakukan oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Bidang Propam Polda NTT, sementara pengawasan eksternal melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Satuan Inspektorat Eselon Jenderal (SIEJ).

Penerapan Sistem One Day Service untuk Kecepatan dan Transparansi

Salah satu fitur utama dari seleksi kali ini adalah penerapan sistem one day service, di mana peserta langsung mengetahui hasil tes kesehatan pada hari yang sama. Hal ini disampaikan oleh Kabid Dokkes Polda NTT, AKBP dr. Herry Purwanto. Ia menambahkan bahwa pihaknya juga memberikan kesempatan kepada peserta yang tidak memenuhi syarat untuk menerima penjelasan lebih lanjut mengenai alasan kegagalan mereka.

"Peserta langsung mengetahui hasil tes pada hari yang sama. Kami juga memberikan kesempatan kepada peserta yang gugur dan membutuhkan penjelasan soal alasan tidak memenuhi syarat kesehatan," jelas AKBP dr. Herry.

Peningkatan Peserta yang Signifikan

Dalam seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2026, jumlah peserta yang mengikuti seleksi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Pada tahun ini, tercatat 1.341 orang peserta yang terverifikasi administrasi, dengan rincian 1.770 pendaftar pria. Angka ini menunjukkan peningkatan hingga 148 persen dibandingkan dengan seleksi penerimaan Bintara Brimob TA 2025 yang hanya diikuti oleh 714 peserta pria.

Komitmen untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam seleksi ini disampaikan oleh Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTT, Kombes Pol H. Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi berpegang pada prinsip "BeTAH" yang meliputi Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

"Proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan calon Bintara Brimob Polri yang berintegritas, disiplin, bermental tangguh, serta siap mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Kami berkomitmen untuk menjalankan seleksi dengan prinsip clean and clear," ujarnya.

Tahapan Seleksi yang Ketat dan Terbuka

Proses seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026 Polda NTT dimulai dengan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas yang digelar pada Rabu (19/11/2025). Dengan lebih dari 1.300 peserta yang mengikuti seleksi ini, mereka selanjutnya menjalani beberapa tahap, termasuk tes kesehatan tahap I, ujian CAT psikologi tahap I, tes jasmani, ujian antropometri, hingga pemeriksaan kesehatan tahap II dan penelusuran Mental Kepribadian (PMK).

Para peserta yang lolos seleksi kesehatan tahap I akan mengikuti tes CAT psikologi tahap I yang digelar pada Kamis (27/11/2025) dan Jumat (28/11/2025). Tes ini berlangsung di berbagai sekolah di Kota Kupang, seperti SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 7, dan sejumlah sekolah lainnya, dengan pengawasan dari HIMPSI dan SIEJ.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Menjamin Keberhasilan Seleksi

Proses seleksi yang transparan ini melibatkan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, termasuk Himpsi, IDI, Dispora, LLDIKTI, Disdikbud, Dis Dukcapil, UPT Metrologi, BNPT, dan BNN. Semua pihak ini berperan dalam mengawasi jalannya seleksi untuk memastikan bahwa tidak ada unsur KKN yang tercampur dalam proses ini.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H, mengapresiasi partisipasi semua pihak yang terlibat dalam proses seleksi dan menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dalam menjaga integritas dan transparansi seleksi ini.

“Seleksi ini adalah bagian dari upaya untuk mendapatkan calon anggota Brimob yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di lapangan. Kami berharap seluruh tahapan seleksi berjalan dengan baik, dan melahirkan generasi muda Polri yang siap mengabdi dengan dedikasi tinggi kepada bangsa dan negara,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Tindak Lanjut Seleksi

Bagi 947 peserta yang lolos seleksi kesehatan tahap I, mereka akan mengikuti tes psikologi tahap I dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Seleksi ini merupakan langkah awal untuk memperoleh calon anggota Brimob yang bukan hanya memiliki fisik yang prima, tetapi juga kecerdasan emosional dan intelektual yang mumpuni.

Proses seleksi Bintara Brimob Polda NTT TA 2026 ini diperkirakan akan berlanjut hingga 23 Desember 2025, dengan berbagai tahapan yang ketat, mulai dari tes jasmani, pemeriksaan administrasi, hingga sidang kelulusan akhir.

Kesiapan Polda NTT dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Polri

Dengan penerimaan Bintara Brimob yang semakin meningkat, Polda NTT berharap dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri, khususnya di wilayah NTT. Seiring dengan perkembangan kebutuhan tugas Polri yang semakin kompleks, seleksi ini diharapkan dapat mencetak anggota Brimob yang siap bekerja keras demi menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Proses seleksi ini pun menjadi bukti nyata bahwa Polda NTT terus berkomitmen untuk memperkuat institusi Polri dengan cara yang bersih, transparan, dan berintegritas.