Wakapolda NTT Pimpin Langsung Upaya Rekonsiliasi Konflik Adonara Timur, Polda NTT Perkuat Sinergi TNI dan Forkopimda

Wakapolda NTT Pimpin Langsung Upaya Rekonsiliasi Konflik Adonara Timur, Polda NTT Perkuat Sinergi TNI dan Forkopimda

Kupang – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus mengintensifkan langkah-langkah penyelesaian konflik sosial yang terjadi antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat terbatas yang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H. bersama unsur TNI dan Forkopimda Kabupaten Flores Timur di Ruang Kerja Bupati Flores Timur, Selasa (21/7/2026).

Rapat dihadiri Karo Ops Polda NTT Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin, S.I.K., M.H., Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol. Danang Kuswoyo, S.I.K., Kabid Propam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla., Dandim 1624/Flores Timur Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P., Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Flores Timur.

Kabid Humas Polda NTT dalam keterangannya mengatakan, kehadiran Wakapolda NTT bersama pejabat utama Polda NTT merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memastikan penyelesaian konflik dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor.

"Wakapolda NTT menegaskan bahwa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog, musyawarah, pendekatan adat, serta tetap didukung penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang terjadi," ujar Kabid Humas Polda NTT.

Dalam arahannya, Wakapolda NTT meminta seluruh pihak mencari akar persoalan yang menjadi pemicu konflik agar penyelesaiannya benar-benar menyentuh substansi permasalahan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut Kabid Humas, Brigjen Pol. Faizal juga menegaskan aparat kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap siapa pun yang masih melakukan aksi anarkis ataupun tindakan melawan hukum yang berpotensi memicu konflik susulan.

"Polri tetap mengedepankan pendekatan humanis, namun terhadap pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya eskalasi konflik," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI-Polri melalui mediasi, rekonsiliasi, dan pendekatan adat yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta kearifan lokal. Bahkan, pemerintah daerah akan membentuk satuan tugas khusus guna mempercepat penyelesaian konflik.

Sementara itu, Dandim 1624/Flores Timur menegaskan kesiapan TNI untuk terus mendukung Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kejaksaan Negeri Flores Timur juga memastikan dukungan terhadap proses penegakan hukum secara profesional, sedangkan Pengadilan Negeri Larantuka mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Kabid Humas menambahkan, seluruh peserta rapat menyepakati lima poin penting, yakni mengutamakan penyelesaian konflik melalui dialog dan mekanisme adat, mempertahankan pengamanan TNI-Polri di wilayah rawan, memperkuat rekonsiliasi yang difasilitasi pemerintah daerah, mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi balasan, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi demi menjaga stabilitas keamanan.

Usai rapat, Wakapolda NTT bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Adonara Timur menggunakan KM Cahaya Welang. Di lokasi tersebut, rombongan bertemu Muspika, keluarga korban dari kedua belah pihak, sekaligus menyerahkan bantuan sembako dari Polda NTT sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak konflik.

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan solusi yang berkeadilan dan humanis. Kami berharap seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persaudaraan," tutup Kabid Humas Polda NTT.

#NttPenuhKasih