Wakapolda NTT Dampingi Astamaops Kapolri Tinjau Posko Pengungsian Korban Gempa di Reo

Wakapolda NTT Dampingi Astamaops Kapolri Tinjau Posko Pengungsian Korban Gempa di Reo

MANGGARAI — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat penanganan masyarakat terdampak gempa bumi Flores. Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H., mendampingi Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si., meninjau langsung posko pengungsian korban gempa di Reo, Kabupaten Manggarai, Senin (17/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Polri tidak hanya mengerahkan personel, tetapi juga membawa bantuan logistik serta mendirikan tenda tanggap darurat bagi warga yang membutuhkan tempat perlindungan sementara.

Di lokasi pengungsian, Polri telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari tenaga kesehatan, personel Korps Brimob dengan kemampuan SAR, tim trauma healing, hingga sarana komunikasi dan kelistrikan berupa Starlink dan genset.

Astamaops Kapolri Komjen Pol Dr. Muhammad Fadil Imran mengatakan penanganan bencana dilakukan secara terpadu di bawah koordinasi BNPB dengan melibatkan pemerintah, TNI dan Polri.

“Intinya di bawah koordinasi BNPB, kita akan terus menyempurnakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa tanggap darurat ini,” ujar Fadil.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih menjadi perhatian di posko antara lain listrik dan genset, penampungan serta pasokan air, tenaga dokter dan obat-obatan.

“Kita bahu-membahu, semua unsur pemerintah, kemudian lembaga TNI-Polri bersinergi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi,” katanya.

Korban Patah Tulang Ditawarkan Evakuasi

Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri juga menyempatkan diri melihat kondisi salah seorang korban gempa yang mengalami patah tulang.

Polri langsung menawarkan bantuan untuk mengevakuasi korban agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Opsi evakuasi yang ditawarkan meliputi jalur darat maupun menggunakan helikopter.

“Tadi kita sudah menawarkan untuk dievakuasi, baik melalui darat maupun menggunakan helikopter. Keluarga sedang rembuk, nanti kita mengangkut atau merawat ke rumah sakit terdekat di sini,” jelas Fadil.

Ia menambahkan, keputusan mengenai evakuasi masih menunggu pembicaraan dengan pihak keluarga. Namun, Polri memastikan siap membantu apabila korban dan keluarga menyetujui proses evakuasi tersebut.

“Semua biaya, seperti dijelaskan oleh Pak Menko tadi, akan ditanggung oleh negara,” tegasnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan korban tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar di posko, tetapi juga memastikan warga yang mengalami luka serius memperoleh akses terhadap pelayanan medis yang memadai.

Tiga Helikopter Polri Disiapkan untuk Distribusi Logistik

Dukungan Polri di wilayah terdampak juga diperkuat dengan pengerahan personel Korbrimob yang memiliki kemampuan SAR serta membawa dapur lapangan.

Selain itu, dokter dari Pusdokkes Polri telah berada di lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebanyak empat dokter Pusdokkes turut memberikan pelayanan medis kepada warga di posko.

“Sekalian di samping personel dari Korbrimob sudah bawa ke sini dengan kemampuan SAR dan dapur lapangan, serta dokter Brimob. Kemudian dari dokter Pusdokkes sendiri ada empat, teman-teman bisa lihat melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Fadil.

Untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter yang akan dioperasionalkan untuk dropping logistik.

“Kemudian untuk dropping angkutan logistik, helikopter Polri juga ada tiga unit yang akan kita operasionalkan di sini,” katanya.

Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya juga terus didorong ke lokasi pengungsian. Seluruh dukungan tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penanganan bencana selanjutnya dilakukan secara terpadu di bawah koordinasi BNPB. Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan, pelayanan kesehatan, dukungan SAR dan perlindungan yang dibutuhkan.

“Kita akan berada di bawah koordinasi BNPB untuk membantu masyarakat, segera teratasi persoalannya,” pungkas Fadil.

Kehadiran Wakapolda NTT mendampingi Astamaops Kapolri di Posko Pengungsian Reo menjadi bukti nyata bahwa Polri terus hadir bersama masyarakat Flores. Bantuan dibawa, tenda didirikan, pelayanan kesehatan diberikan, dan korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ditawarkan untuk dievakuasi, sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat pascagempa.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT