Tindak Lanjuti Arahan Kapolda NTT, Polres Mabar Dirikan Tenda Darurat di Asrama Sta. Yosefa Labuan Bajo
Labuan Bajo — Menanggapi trauma dan kecemasan mendalam yang dialami anak-anak sekolah pasca-guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 di Laut Flores, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bergerak cepat mendirikan fasilitas pengungsian darurat.

Tim Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat menerjunkan personel untuk memasang tenda peleton dinas Polri di area terbuka Lapangan Asrama Sta. Yosefa, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (17/8/2026) siang.

Langkah tanggap darurat ini diambil guna memberikan perlindungan fisik dan psikologis bagi puluhan anak-anak penghuni Asrama Sta. Yosefa yang merasa khawatir akan potensi bahaya reruntuhan bangunan gedung akibat deretan gempa bumi susulan (aftershocks).
Respons Cepat Pimpinan dan Perlindungan Kelompok Rentan
Guncangan gempa utama yang berpusat di lepas pantai Mbay, Kabupaten Nagekeo pada pukul 05.58 WITA sebelumnya sempat memicu kepanikan warga di kawasan pesisir dan perkotaan Labuan Bajo. Kendati struktur utama bangunan Asrama Sta. Yosefa tidak mengalami keretakan fatal, kecemasan anak-anak asrama untuk tetap beraktivitas dan tidur di dalam gedung menjadi perhatian serius kepolisian.
Menindaklanjuti instruksi Kapolda NTT terkait penyiapan sarana pengungsian dan pelayanan kemanusiaan, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K. menginstruksikan Kasat Pam Obvit beserta jajaran siaga bencana untuk langsung mendatangi lokasi dan mendirikan tenda pengungsian yang representatif.
"Prinsip utama Polri dalam situasi bencana alam adalah keselamatan jiwa dan ketenangan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang sangat mudah terdampak trauma fisik maupun psikologis," tegas AKBP Christian di Labuan Bajo.
"Anak-anak di Asrama Sta. Yosefa mengalami kecemasan akibat rentetan gempa susulan. Kami tidak ingin mereka merasa tidak aman atau tertekan di dalam gedung. Karena itu, tenda darurat peleton Polri kami dirikan di area terbuka yang aman (safe zone) agar mereka bisa beristirahat dengan tenang tanpa rasa takut," lanjutnya.
Gotong Royong Penuh Kehangatan di Lapangan Asrama
Aksi kemanusiaan tersebut dimulai pada pukul 13.00 WITA ketika tim Sat Pam Obvit Polres Mabar yang dipimpin langsung oleh Kasat Pam Obvit tiba di Asrama Sta. Yosefa dengan memboyong unit tenda peleton serta matras pengungsian.
Suasana kehangatan dan kebersamaan mewarnai proses pendirian tenda. Sebanyak 10 personel kepolisian bahu-membahu bersama pengurus asrama dan anak-anak penghuni asrama dalam membentangkan terpal serta menegakkan tiang-tiang penyangga tenda.
Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU I Komang Agus Budiawan, S.E. menjelaskan bahwa selain mendirikan struktur fisik tenda, personel Polri di lapangan juga memberikan edukasi dan dorongan moral kepada para siswa.
"Proses pendirian tenda kami lakukan secara bergotong royong bersama anak-anak dan pengurus asrama. Kami sengaja melibatkan mereka agar suasana kekeluargaan tercipta, sekaligus mengalihkan rasa takut mereka," ujar Kasat Pam Obvit.
"Setelah tenda kokoh berdiri pada pukul 15.00 WITA, kami juga memberikan pengarahan keselamatan (safety briefing) sederhana. Kami edukasi anak-anak agar tetap tenang, waspada, dan mengetahui tata cara evakuasi mandiri jika gempa susulan kembali terjadi," tambahnya.
Apresiasi Pengelola Asrama dan Jaminan Kamtibmas
Inisiatif dan kedatangan cepat jajaran Polres Manggarai Barat disambut haru dan penuh rasa syukur oleh pihak pengelola Asrama Sta. Yosefa Labuan Bajo.
Suster Kepala Asrama Sta. Yosefa, Sr. Tatiana Roberta Tatu Wadang, SSpS. mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian penuh yang diberikan oleh Polres Mabar terhadap anak-anak asuhan mereka di tengah situasi krisis.
"Kami sangat terharu dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda NTT, Bapak Kapolres Manggarai Barat, serta seluruh Bapak Polisi dari Sat Pam Obvit. Anak-anak kami sempat merasa sangat ketakutan untuk masuk ke dalam kamar asrama karena gempa susulan terus terjadi," ungkap Suster Kepala Asrama Sta. Yosefa.
"Hadirnya tenda darurat yang kokoh ini memberikan kenyamanan dan rasa aman yang luar biasa bagi anak-anak kami. Kehadiran Bapak-bapak Polisi yang begitu ramah juga sangat membantu memulihkan keceriaan anak-anak," tuturnya.
Menutup keterangannya, AKBP Christian menegaskan bahwa jajarannya akan terus bersiaga dan melakukan pemantauan berkala terhadap titik-titik pengungsian maupun objek vital masyarakat pasca-gempa Flores.
"Polres Manggarai Barat bersama Pemda, TNI, dan instansi terkait akan terus menyisir dan memastikan kebutuhan kedaruratan masyarakat terpenuhi. Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak panik, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), serta senantiasa memantau informasi resmi dari BMKG," pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pemasangan tenda darurat selesai pada pukul 15.30 WITA. Tenda peleton tersebut kini siap digunakan sebagai fasilitas hunian dan ruang aktivitas sementara bagi anak-anak Asrama Sta. Yosefa Labuan Bajo.
#PoldaNttPenuhKasih #PrayForFloresNTT
Humas Polda NTT
