Tim Psikologi Polda NTT Hadir di Pengungsian Gelora Samador, Pulihkan Trauma Warga Pascagempa Flores

Tim Psikologi Polda NTT Hadir di Pengungsian Gelora Samador, Pulihkan Trauma Warga Pascagempa Flores

MAUMERE — Di tengah suasana pengungsian yang masih diwarnai kekhawatiran pascagempa bumi yang mengguncang Flores, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memberi perhatian terhadap kondisi psikologis para pengungsi.

Minggu (16/8/2026) siang, Tim Psikologi Polda NTT mendatangi Posko Pengungsian Gelora Samador, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, untuk memberikan trauma healing kepada warga terdampak gempa.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.40 WITA dan berlangsung secara humanis melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif. Para pengungsi diajak berkomunikasi, bermain, mendapatkan hiburan serta motivasi untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami bencana.

Tim Psikologi Polda NTT yang turun langsung dipimpin Kasubbagpsipol Biro SDM Polda NTT, Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi., bersama empat personel lainnya, yakni Bripka Naaking Ariance Kalla Blegur Kalla Wally, S.H., Briptu Barly Renaldy Lasa, S.Psi., Bripda Adrianus Agul dan Bripda Kasmirus Meo.

Kegiatan tersebut turut didampingi Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K., bersama personel Bag SDM, Sat Intelkam dan Seksi Humas Polres Sikka.

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan penanganan masyarakat terdampak bencana harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memperhatikan kondisi mental dan emosional para pengungsi.

“Bapak Kapolda NTT menekankan bahwa masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian secara menyeluruh. Tidak hanya kebutuhan makanan, air bersih dan tempat tinggal, tetapi juga dukungan psikologis agar mereka mampu melewati rasa takut dan trauma akibat gempa,” ujar Kombes Pol Sajimin.

Menurutnya, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut. Melalui permainan dan komunikasi interaktif, anak-anak diarahkan untuk mengalihkan perhatian dari pengalaman menegangkan yang mereka alami.

“Pendekatan yang dilakukan bersifat edukatif, rekreatif dan humanis. Anak-anak diajak bermain dan berinteraksi sehingga secara perlahan rasa takut dan kecemasan dapat berkurang,” katanya.

Hasil kegiatan pun mulai terlihat. Anak-anak pengungsi tampak lebih ceria, aktif dan berani berinteraksi. Mereka juga terlihat antusias mengikuti berbagai permainan dan aktivitas yang diberikan tim psikologi.

Tidak hanya anak-anak, para perempuan dan pengungsi lainnya juga terlihat lebih tenang dan mampu mengikuti kegiatan dengan baik. Suasana di lingkungan pengungsian pun menjadi lebih hangat dengan terbangunnya kebersamaan dan dukungan emosional antarpengungsi.

Kombes Pol Sajimin menegaskan, trauma healing menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Polri ingin memastikan masyarakat tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Kehadiran Tim Psikologi Polda NTT di tengah pengungsi adalah bentuk nyata kepedulian dan komitmen Polri untuk terus mendampingi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan trauma healing di Posko Pengungsian Gelora Samador berakhir sekitar pukul 14.05 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Di tengah tenda-tenda pengungsian, tawa anak-anak yang kembali terdengar menjadi tanda kecil bahwa proses pemulihan telah dimulai. Polda NTT hadir bukan hanya untuk membantu masyarakat melewati bencana, tetapi juga untuk menguatkan mereka agar kembali memiliki keberanian menatap hari esok.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT