Sentuhan Humanis Polisi, Bocah 5 Tahun yang Tersesat di Ende Dipertemukan Kembali dengan Keluarganya
Ende – Suasana haru menyelimuti Pasar Wolowona, Minggu pagi (26/4/2026), saat seorang anak laki-laki berusia lima tahun akhirnya kembali ke pelukan ayahnya setelah sempat tersesat. Peristiwa ini menjadi potret nyata kepedulian dan kesigapan aparat kepolisian dalam melayani masyarakat.
Kisah ini bermula sekitar pukul 08.30 WITA, ketika seorang warga berinisial I datang ke SPKT Polres Ende dengan membawa seorang anak kecil berinisial F. Anak tersebut ditemukan sendirian di sekitar BRI Unit Marilonga, tanpa pendamping orang tua.
Melihat kondisi itu, warga tersebut berinisiatif menyerahkan anak tersebut ke pihak kepolisian agar segera ditangani dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Mendapat laporan tersebut, personel SPKT bersama petugas Pamapta yang dipimpin Ipda Lukman, S.H. langsung bergerak cepat. Dengan pendekatan persuasif, petugas mencoba menggali informasi dari sang anak.
Dari komunikasi sederhana yang dilakukan, diketahui bahwa ayah anak tersebut bekerja sebagai penjual ikan di Pasar Wolowona. Informasi itu menjadi petunjuk penting bagi petugas untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Tanpa menunda waktu, tim yang terdiri dari Aiptu Yohanes O. Ghele, Aiptu Muntahar Yasin, Aipda Hasan, dan Bripka Basten Wula langsung membawa anak tersebut menuju Pasar Wolowona menggunakan mobil patroli.
Sekitar pukul 10.00 WITA, pencarian membuahkan hasil. Di tengah aktivitas pasar yang ramai, petugas berhasil menemukan ayah kandung anak tersebut, berinisial Y, yang sedang berjualan ikan. Momen pertemuan keduanya pun berlangsung penuh haru.
Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, mengatakan bahwa kejadian ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat.
“Ini adalah bagian dari tugas kami untuk melindungi dan melayani masyarakat, terutama dalam situasi yang melibatkan keselamatan anak. Respon cepat anggota di lapangan menjadi kunci agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah,” ujarnya.
Sementara itu, Y, selaku orang tua, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sempat panik saat tidak menemukan anaknya di lokasi berjualan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu menemukan dan mengantar kembali anak saya dengan selamat,” ungkapnya haru.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas penegakan hukum, Polri juga hadir dengan sisi humanis—memberikan perlindungan, rasa aman, dan harapan bagi masyarakat, bahkan dalam situasi sederhana sekalipun.
#PoldaNttPenuhKasih
Humas Polda NTT
