Public Audience Keselamatan Berlayar di Labuan Bajo, Dirpolairud Polda NTT Tegaskan Komitmen Bersama Wujudkan Zero Accident
Labuan Bajo — Penguatan budaya keselamatan pelayaran di wilayah destinasi super prioritas Labuan Bajo kembali ditegaskan melalui kegiatan Public Audience Monitoring dan Evaluasi Keselamatan Berlayar yang digelar pada Kamis (12/2/2026) di Zasgo Hotel, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, TNI/Polri, Basarnas, KSOP, instansi terkait, pelaku usaha pelayaran, nelayan, hingga insan pers.
Dirpolairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama yang harus dijaga bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, peningkatan jumlah kapal wisata dan kunjungan wisatawan di Labuan Bajo harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kelaiklautan kapal dan kedisiplinan operator.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kami diminta untuk terus memperkuat pengawasan di wilayah perairan, meningkatkan patroli rutin, serta memastikan seluruh kapal wisata maupun kapal nelayan memenuhi standar keselamatan sebelum berlayar,” ujar Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berlayar bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan profesional seluruh pihak.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan sampai kelalaian kecil berujung pada kerugian besar, baik korban jiwa, kerusakan lingkungan, maupun menurunnya kepercayaan publik terhadap pariwisata Labuan Bajo,” tegasnya.
Pengawasan dan Pencegahan Dini
Dalam forum diskusi publik tersebut, Dirpolairud Polda NTT juga menyampaikan sejumlah langkah konkret yang perlu diperkuat, antara lain:
-
Kewajiban tour guide memiliki lisensi dan memahami aspek keselamatan wisatawan.
-
Pemeriksaan berkala terhadap kapal wisata yang tidak memenuhi standar kelaikan oleh KSOP.
-
Larangan berlayar pada malam hari di wilayah rawan kecelakaan.
Selain itu, Ditpolairud Polda NTT melalui Marnit Labuan Bajo akan terus mengintensifkan patroli, melakukan ramp check bersama instansi terkait, serta membuka ruang pengaduan masyarakat apabila menemukan potensi pelanggaran keselamatan pelayaran.
“Kami ingin membangun budaya pencegahan. Jangan menunggu kejadian baru bertindak. Semua alat keselamatan seperti life jacket, life buoy, dan APAR harus tersedia dan berfungsi dengan baik,” tambahnya.
Dirpolairud Polda NTT menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama mewujudkan zero accident di perairan Manggarai Barat.
“Sebagaimana komitmen Bapak Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat di laut. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan pelaku usaha, kita optimistis dapat menciptakan pelayaran yang aman, tertib, dan profesional,” pungkas Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga sebagai kawasan pelayaran yang mengutamakan keselamatan dan standar layanan terbaik.
Humas Polda NTT
