Polres Manggarai Barat Tingkatkan Patroli Pascagempa, Polisi Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan dan Potensi Tsunami

Polres Manggarai Barat Tingkatkan Patroli Pascagempa, Polisi Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan dan Potensi Tsunami

LABUAN BAJO, NTT — Jajaran Polres Manggarai Barat meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Manggarai Barat pascagempa bumi yang melanda Flores, termasuk wilayah Manggarai Barat. Patroli dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, oleh Gabungan Piket Fungsi Polres Manggarai Barat di bawah pimpinan Pawas IPTU H. Juharis, S.H., yang juga menjabat Kasat Binmas Polres Manggarai Barat. Patroli menggunakan satu unit kendaraan dinas roda empat dan menyasar sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli pascabencana merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan keselamatan.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan rasa aman setelah terjadinya bencana. Personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan maupun potensi tsunami, serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Patroli dimulai sekitar pukul 20.30 WITA dari Mako Polres Manggarai Barat. Personel kemudian menyusuri sejumlah jalur, mulai dari Perempatan Lampu Merah Langka Kabe, pertigaan depan Gereja Roh Kudus, kawasan Bandara, Pertigaan Puncak Waringin, Puncak Waringin, Kampung Ujung, Kampung Cempa, Kampung Tengah, Kampung Air, Pertigaan Pede, Pasar Baru, Waemata, kembali ke kawasan Langka Kabe, hingga Serenaru, Lancang dan Waebo sebelum kembali ke Mako Polres Manggarai Barat.

Sekitar pukul 21.00 WITA, personel tiba di kawasan Puncak Waringin, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo. Di lokasi tersebut, petugas mendapati masyarakat sedang beraktivitas dan menikmati panorama Labuan Bajo. Polisi kemudian memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan dan potensi tsunami.

Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila terjadi situasi darurat dan segera menyelamatkan diri menuju tempat yang lebih aman sesuai arahan petugas maupun jalur evakuasi yang tersedia.

“Dalam situasi pascabencana, ketenangan masyarakat sangat penting. Kami mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi gempa kuat atau terdapat peringatan tsunami, segera menjauh dari wilayah pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi aman sesuai petunjuk petugas,” jelas Henry.

Setelah memberikan imbauan di Puncak Waringin, sekitar pukul 21.30 WITA, tim patroli melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kampung Ujung dan sekitarnya. Lima menit kemudian, sekitar pukul 21.35 WITA, personel tiba di pertigaan Puskesmas Labuan Bajo dan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan aktivitas kendaraan masyarakat tetap berjalan tertib dan lancar.

Patroli kemudian dilanjutkan. Sekitar pukul 21.45 WITA, personel menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang sedang melaksanakan pesta pernikahan di depan Zazgo Mart. Polisi meminta penyelenggara dan masyarakat untuk menjaga volume musik agar tidak terlalu keras sehingga tidak mengganggu ketenangan warga maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi tetap kondusif di tengah kondisi masyarakat yang masih dalam suasana pascabencana.

Sekitar pukul 22.00 WITA, tim kembali melanjutkan patroli menyusuri sejumlah wilayah yang telah ditentukan. Selama pelaksanaan kegiatan, personel melakukan pemantauan terhadap situasi keamanan, aktivitas masyarakat, kondisi lingkungan serta kemungkinan adanya titik yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Patroli berakhir sekitar pukul 22.30 WITA, saat seluruh personel tiba kembali di Mako Polres Manggarai Barat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan apel konsolidasi untuk mengevaluasi pelaksanaan patroli serta memastikan kesiapsiagaan personel menghadapi perkembangan situasi pascabencana.

Kabidhumas Polda NTT menegaskan, kegiatan patroli pascabencana tidak hanya ditujukan untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendukung keselamatan masyarakat dan mempercepat penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan keselamatan warga, memantau kondisi wilayah, mencegah potensi tindak kriminalitas, khususnya di area yang kosong atau ditinggalkan masyarakat, serta membantu memperlancar proses evakuasi dan distribusi bantuan apabila dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, personel kepolisian di wilayah terdampak akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BPBD serta seluruh unsur terkait.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat Kabupaten Manggarai Barat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun petugas di lapangan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, waspada dan saling membantu. Apabila terjadi gempa kuat atau indikasi tsunami, jangan menunggu dan jangan panik, segera menuju tempat yang aman serta ikuti arahan petugas. Laporkan setiap kondisi yang membutuhkan bantuan kepada kepolisian atau posko penanganan bencana terdekat,” tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra.