Polda NTT Perkuat Evakuasi dan Penanganan Pascagempa di Manggarai, 21 Orang Meninggal Dunia

Polda NTT Perkuat Evakuasi dan Penanganan Pascagempa di Manggarai, 21 Orang Meninggal Dunia

RUTENG, NTT — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus memperkuat langkah penanganan dan evakuasi korban pascagempa bumi yang berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai. Hingga Sabtu, pukul 17.20 WITA, data sementara mencatat 21 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung, khususnya di wilayah Kecamatan Reok yang mengalami dampak cukup parah.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama unsur terkait terus berada di lapangan untuk membantu proses evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, pendataan korban, serta penanganan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Polda NTT dan jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya para korban akibat gempa bumi di Kabupaten Manggarai. Kami turut berbelasungkawa kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Saat ini personel Polri terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk melakukan evakuasi serta memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pernyataan Kapolda NTT.

Berdasarkan pendataan sementara, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah. Di RSUD Ruteng terdapat tiga korban meninggal dunia, yakni Romanus Tangkang, Yohana Madi, dan Herlina Matildis Bire. Sementara di Kecamatan Langke Rembong tercatat dua korban meninggal dunia, yakni Agustinus Magul dan Stevanus Jedaut.

Jumlah korban meninggal dunia terbanyak sementara tercatat di Kecamatan Reok, yakni 10 orang. Mereka adalah Resny, Faisal, Habibi, Ruslin Ahmad, Hamide, Asia, Kristoforus B. Titi, Supriadin, Hendrikis Gampur, dan Yurnimia Yuldis.

Di Kecamatan Reok Barat terdapat empat korban meninggal dunia, yakni Mustamin, Rinto Harahap, Bunga Sari, dan Bibeng. Sementara di Kecamatan Cibal terdapat satu korban meninggal dunia atas nama Fabianus Efika Jas, sedangkan di Kecamatan Cibal Barat terdapat satu korban meninggal dunia atas nama Kristina Sri Murti.

“Kami meminta seluruh personel di lapangan untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dalam setiap proses evakuasi. Kondisi di sejumlah lokasi masih berisiko karena terdapat bangunan yang roboh dan kemungkinan korban masih berada di bawah reruntuhan. Karena itu, proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan secara hati-hati, terukur dan terkoordinasi,” tegas Kombes Henry.

Polri juga terus melakukan pengamanan di lokasi-lokasi terdampak untuk mencegah masyarakat mendekati bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi roboh susulan. Personel kepolisian turut membantu pengaturan arus lalu lintas, pengamanan fasilitas umum, pendataan dampak bencana, serta memastikan proses evakuasi dan pelayanan kepada korban berjalan dengan aman dan tertib.

Sementara itu, dampak gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 351 fasilitas di Kabupaten Manggarai. Kerusakan tersebut meliputi fasilitas pemerintah, fasilitas pendidikan, fasilitas umum, tempat ibadah dan fasilitas masyarakat.

Sejumlah fasilitas pemerintah dilaporkan mengalami kerusakan berat, di antaranya Kantor Bupati Manggarai, Kantor Dukcapil, Kantor Inspektorat, RSUD Ruteng, Dinas Koperasi UKM dan Naketrans, Puskesmas Reo serta Kantor Los Uji Kir. Kantor Sekretariat DPRD mengalami kerusakan sedang, sedangkan Bangunan Tourist Information Center mengalami kerusakan ringan.

Pada sektor pendidikan, dua fasilitas mengalami kerusakan berat, yakni Kampus Unika St. Paulus Ruteng dan SMA Budi Luhur Cancar. Sementara fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat antara lain SPBU Carep, Kantor Bank NTT, ruas Jalan Iteng–Rego, Terminal Reo dan RS St. Rafael Cancar. Terminal Karot dan SPPG Nao di Kecamatan Satar Mese Utara dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah tempat ibadah, yakni Gereja Paroki Fransiskus Asisi Karot dan Kapela Novisiat SMM yang mengalami kerusakan berat, serta Gereja Paroki Roh Kudus Rua yang mengalami kerusakan sedang.

Dampak terbesar tercatat pada fasilitas masyarakat dengan total 330 fasilitas, terdiri atas 290 fasilitas rusak berat, delapan fasilitas rusak sedang dan 32 fasilitas rusak ringan.

Kondisi di RSUD Ruteng juga masih membutuhkan perhatian serius. Sebanyak 165 pasien saat ini menjalani perawatan di tenda darurat yang didirikan di pelataran RSUD Ruteng dan sepanjang jalan di depan RSUD. Personel kepolisian terus membantu pengamanan dan pengaturan situasi di sekitar lokasi agar pelayanan kesehatan serta mobilitas tenaga medis dan pasien tetap berjalan.

Kepolisian mengingatkan bahwa jumlah korban meninggal dunia masih dimungkinkan bertambah, mengingat proses evakuasi terhadap bangunan yang roboh, terutama di Kecamatan Reok, masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap gempa susulan maupun potensi bahaya dari bangunan yang telah mengalami kerusakan. Jangan memasuki bangunan yang rusak sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak menghambat proses evakuasi,” kata Kabidhumas Polda NTT.

Kapolda NTT, lanjutnya, juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga terdampak serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama masa tanggap darurat.

“Kepolisian hadir bersama masyarakat. Kami memastikan personel terus dikerahkan untuk membantu evakuasi, pengamanan, pelayanan dan pendistribusian bantuan. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban dan keluarga yang sedang berduka. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” pungkas Kombes Pol Henry Novika Chandra.