Perkuat Sinergi Penanganan Kejahatan Lintas Negara, Narasumber dari Polda NTT Paparkan Studi Kasus People Smuggling di Workshop Internasional Senggigi
Senggigi, NTB – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan kejahatan lintas negara dengan membagikan studi kasus penanganan people smuggling dalam sebuah workshop internasional yang digelar di Ballroom Hotel Sheraton Senggigi, NTB, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, di antaranya perwakilan Australian Federal Police (AFP), JCLEC, Polda Bali, Polda Nusa Tenggara Barat, serta jajaran Imigrasi dari Bali dan NTB. Kehadiran para peserta ini mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan lintas negara dalam menangani kejahatan penyelundupan manusia yang semakin kompleks.
Dalam rangkaian kegiatan, sejumlah narasumber dari AFP seperti Chad Aston, Benyamin Koch, dan Connor Jones memaparkan perspektif global terkait tren dan modus operandi "people smuggling". Selain itu, turut hadir Judy Goldsmith yang memberikan pemahaman terkait aspek operasional dan pengawasan lintas wilayah udara.

Dari pihak Indonesia, materi strategis juga disampaikan oleh FX Arendra Wahyudi yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas aparat dalam menghadapi jaringan kejahatan transnasional.
Menariknya, Polda NTT melalui Kanit II Subdit III Ditres PPA PPO, AKP Yohanes Balla, S.E. dipercaya menjadi salah satu pemateri utama. Ia memaparkan secara rinci studi kasus penanganan "people smuggling" yang pernah ditangani, termasuk pola jaringan, teknik penyelidikan, hingga strategi penindakan yang efektif.
Dalam keterangannya, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si melalui Kabidhumas Polda NTT Kobes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K, M.H. menyampaikan bahwa keikutsertaan Polda NTT dalam forum ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam upaya pemberantasan kejahatan lintas negara.
“Polda NTT tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga aktif dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman penanganan kasus *people smuggling* sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penguatan kerja sama regional. Ini penting mengingat wilayah NTT merupakan salah satu jalur strategis yang rawan dimanfaatkan oleh jaringan penyelundupan manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian, imigrasi, serta mitra internasional seperti AFP menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan tersebut.
“Kami berharap melalui workshop ini, terbangun koordinasi yang semakin solid antara aparat penegak hukum baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga penanganan people smuggling dapat dilakukan secara lebih efektif dan komprehensif,” tambahnya.
Workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan para peserta untuk bertukar pengalaman serta merumuskan strategi bersama dalam menghadapi tantangan ke depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kapasitas dan kesiapsiagaan aparat penegak hukum di kawasan Bali dan Nusa Tenggara semakin meningkat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberantas kejahatan "people smuggling"yang menjadi perhatian global.
Humas Polda NTT
