Pasca Gempa Flores, Bhabinkamtibmas Polri Pasang Imbauan di Jalur Rawan Longsor Trans Boba Raya

Pasca Gempa Flores, Bhabinkamtibmas Polri Pasang Imbauan di Jalur Rawan Longsor Trans Boba Raya

NGADA – Kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat kembali diwujudkan melalui langkah sederhana namun penting di tengah kondisi pascagempa bumi. Bhabinkamtibmas Desa Boba 1, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Aipda Yulius W. Bengu, memasang poster imbauan kamtibmas bagi pengguna jalan di jalur Trans Boba Raya, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA tersebut dilakukan menyusul adanya tanah longsor pascagempa yang berdampak terhadap akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.

Jalur Trans Boba Raya merupakan akses yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Boba Raya serta menghubungkan Kecamatan Inerie dan Jerebu'u dengan Kecamatan Golewa Selatan. Kondisi jalur yang terdampak longsor membuat pengguna jalan perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Aipda Yulius W. Bengu mengatakan, pemasangan poster tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melewati kawasan yang terdampak longsor.

“Pemasangan poster ini untuk mengingatkan masyarakat yang melintas agar selalu waspada, karena kondisi jalur masih terdampak longsor pascagempa. Keselamatan masyarakat menjadi yang utama,” ujar Aipda Yulius.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri apabila menemukan kondisi jalan yang berbahaya serta memperhatikan situasi sekitar ketika melintasi kawasan rawan longsor.

Aipda Yulius turut melibatkan perangkat Desa Boba 1 dalam pemasangan poster dan penyampaian pesan kamtibmas. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

“Selain memasang poster, kami juga terus memberikan imbauan kepada warga dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kami berharap masyarakat dapat saling mengingatkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Plh. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan langkah yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk kehadiran Polri hingga ke tingkat desa dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Dalam situasi pascagempa, potensi bahaya tidak hanya berasal dari gempa susulan, tetapi juga kondisi lingkungan seperti longsor dan kerusakan akses jalan. Karena itu, kehadiran Bhabinkamtibmas sangat penting untuk memberikan informasi dan mengingatkan masyarakat agar selalu waspada,” ujar Kombes Pol. Sajimin.

Menurutnya, sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi pascabencana.

“Polri akan terus mengedepankan langkah preventif dan humanis. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan, mematuhi imbauan petugas dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan,” tambahnya.

Pemasangan poster tersebut juga memperkuat komunikasi antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat pengguna jalan. Interaksi langsung menjadi kesempatan bagi personel Polri untuk mendengar kondisi yang dihadapi warga sekaligus memberikan edukasi terkait keselamatan.

Di tengah jalur yang masih menyimpan ancaman longsor, sebuah poster mungkin terlihat sederhana. Namun, pesan yang disampaikan menjadi pengingat penting bagi setiap orang yang melintas: waspada, berhati-hati dan utamakan keselamatan.

Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi masyarakat, terutama di wilayah yang masih menghadapi dampak bencana, memastikan keamanan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT #PolriPeduli #PolriUntukMasyarakat #PoldaNTT #PolresNgada #Bhabinkamtibmas #PolriHadir #TanggapBencana #WaspadaLongsor #NTTBangkit