Masuk Nominasi Hoegeng Awards 2024, Aipda Syamsuddin Polisi di NTT Bangun Sekolah untuk Anak Yatim

Masuk Nominasi Hoegeng Awards 2024, Aipda Syamsuddin Polisi di NTT Bangun Sekolah untuk Anak Yatim

NTT, - Tidak semua orang mampu menjadikan keterbatasan sebagai kekuatan. Namun, itulah yang dilakukan Aipda Syamsuddin, anggota Polres Manggarai, Polda NTT. Di balik kesibukan menjalankan tugas sebagai abdi negara, pria yang akrab disapa Syam ini justru menjadi pelita pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Ia mendirikan madrasah gratis.

Dengan gaji pas-pasan, pada tahun 2019, Syam, sapaan akrabnya, memberanikan diri mengambil kredit bank untuk mendirikan bangunan. Lahirlah Madrasah Deen Assalam setara taman kanak-kanak. Selama dua tahun pertama, seluruh biaya operasional sekolah ia tanggung sendiri bersama sang istri, Rini Mulyasari.

Melihat anak-anak lulusan TK yang kesulitan melanjutkan ke sekolah dasar, pada 2021 ia kembali mengambil kredit untuk mendirikan SD/MI Deen Assalam. Kini, sekolah tersebut menampung sekitar 60 siswa di tingkat TK dan 35 siswa di tingkat SD.

Yang istimewa, sekolah ini digratiskan untuk anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dari ruang belajar sederhana, madrasah ini kini telah berizin operasional resmi dari Kementerian Agama.

Marjan (44), orang tua murid dari TK Deen Assalam mengaku sangat terbantu karena sekolah itu gratis bagi warga kurang mampu dan anak yatim piatu. Angka putus sekolah di perkampungan itu pun berkurang.

Sarif, pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, juga memberi apresiasi. "Jarang ada sosok seperti Pak Syamsuddin. Dengan uang pribadi mau berkorban membangun sekolah demi pendidikan anak-anak yang kurang mampu," ujar Sarif.

Dedikasi Syam mendapat pengakuan luas. Ia menerima piagam penghargaan dari Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai. Bahkan, ia masuk nominasi Hoegeng Awards 2024, penghargaan bergengsi bagi polisi inspiratif di Indonesia.

Bagi Syam, pendidikan bukan hanya soal bangunan atau bangku sekolah. Ia ingin anak-anak didiknya dekat dengan alam, belajar bersyukur, serta mencintai ciptaan Tuhan.

Perjalanan hidup Syam adalah pelajaran berharga. Keterbatasan bukan alasan berhenti bermimpi. Dengan hati tulus, langkah kecil bisa melahirkan perubahan besar.