Kapolres Flores Timur: 354 Rumah Terdampak Gempa, Polri Maksimalkan Penanganan dan Pemulihan Warga

Kapolres Flores Timur: 354 Rumah Terdampak Gempa, Polri Maksimalkan Penanganan dan Pemulihan Warga

Flores Timur – Pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur pada 9 April 2026, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan penanganan intensif bagi masyarakat terdampak. Hingga update terbaru per Senin (13/4/2026), tercatat ratusan rumah mengalami kerusakan dengan ribuan warga terdampak.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengungkapkan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 4,7 tersebut menyebabkan kerusakan signifikan, terutama di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.

“Data sementara menunjukkan sebanyak 354 unit rumah mengalami kerusakan dengan total 403 kepala keluarga atau sekitar 1.939 jiwa terdampak. Selain itu, terdapat 15 fasilitas umum yang ikut rusak serta 18 warga mengalami luka ringan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, wilayah yang paling terdampak berada di Desa Lamahala Jaya dan Desa Terong, yang mengalami kerusakan cukup parah pada hunian warga maupun fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah.

Dalam upaya penanganan, Polres Flores Timur telah mengerahkan sedikitnya 44 personel untuk membantu proses evakuasi, pengamanan, serta distribusi bantuan logistik. Tidak hanya itu, personel juga aktif melakukan pelayanan kesehatan, trauma healing bagi anak-anak, serta membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan.

“Kami bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus bersinergi dalam penanganan bencana ini, mulai dari pendataan korban, distribusi bantuan, hingga pemulihan kondisi psikologis warga,” tambahnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa bantuan sosial berupa sembako dari Kapolda NTT telah disalurkan kepada masyarakat terdampak, serta tenda-tenda pengungsian telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kapolres Flores Timur menyampaikan apresiasi atas kerja cepat seluruh personel di lapangan dalam membantu masyarakat.

Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Bapak Kapolda berharap seluruh masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengutamakan keselamatan. Kami juga berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” ungkap Kapolres.

Selain itu, Kapolda NTT juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak terpantau aman dan kondusif, meski aktivitas gempa susulan dengan intensitas ringan masih terjadi. Pemerintah daerah sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga Juli 2026 guna mempercepat penanganan dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak.

#PoldaNTTPenuhKasih