Gempa Guncang Manggarai, 15 Orang Meninggal dan 44 Bangunan Rusak, Polri Terus Lakukan Evakuasi

Gempa Guncang Manggarai, 15 Orang Meninggal dan 44 Bangunan Rusak, Polri Terus Lakukan Evakuasi

RUTENG – Polres Manggarai terus bergerak melakukan evakuasi, pendataan dan pengamanan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Sabtu (15/8/2026) pagi.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.45 Wita tersebut menimbulkan dampak cukup signifikan. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan, akses jalan terganggu akibat longsor, sementara korban jiwa juga ditemukan di beberapa wilayah.

Berdasarkan data sementara Posko Bencana Kabupaten Manggarai di Kantor BPBD, hingga saat ini tercatat 15 orang meninggal dunia. Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi terbaru setelah sebelumnya dilaporkan sebanyak 16 korban meninggal dunia.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mengatakan proses pencarian, evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan oleh personel bersama instansi terkait.

“Prioritas utama kita adalah keselamatan masyarakat. Personel harus hadir di tengah masyarakat, membantu proses evakuasi, mengamankan lokasi, serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif pascagempa,” tegas AKBP Levi.

Korban Tersebar di Sejumlah Wilayah

Dari data sementara yang telah diverifikasi, tiga korban meninggal dunia berada di RSUD Ruteng, yakni Romanus Tangkang, Yohana Madi dan Herlina Matildis Bire.

Sementara itu, tujuh korban lainnya berada di Kecamatan Reok, masing-masing Resny (21), Faisal (42), Habibi (7), Ruslin Ahmad (61), Hamide (70), Asia (76) dan Kristoforus B. Titi (37).

Di Kecamatan Reok Barat tercatat tiga korban, yakni Mustamin (65), Rinto Harahap (45) dan Bunga Sari (40).

Sedangkan di Kecamatan Cibal terdapat satu korban atas nama Fabianus Efika Jas. Satu korban lainnya berada di Kecamatan Cibal Barat, namun identitasnya masih dalam proses pendataan karena terkendala jaringan komunikasi.

Polres Manggarai menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan proses pencarian dan verifikasi di lapangan.

Potensi adanya korban tambahan masih terbuka karena sejumlah bangunan roboh, khususnya di Kecamatan Reok, masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

44 Bangunan Rusak

Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum.

Kantor Bupati Manggarai mengalami keruntuhan pada bagian depan. Kantor Bank NTT Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan pada dinding bagian depan dan samping.

Sementara Kampus Unika St. Paulus Ruteng mengalami keretakan pada bagian depan serta keruntuhan pada bagian samping bangunan.

Kerusakan juga terjadi di RSUD Ruteng, berupa kaca dan pintu ruang rawat inap lantai II yang pecah. Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai mengalami keretakan pada sebagian tembok, sedangkan Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai mengalami keruntuhan pada bagian tembok pondok.

Secara keseluruhan, berdasarkan data terbaru Posko Bencana Kabupaten Manggarai, sebanyak 44 bangunan mengalami kerusakan, baik fasilitas umum maupun rumah warga.

Sejumlah Jalan Terputus akibat Longsor

Dampak gempa juga dirasakan pada akses transportasi. Ruas jalan Ruteng–Reok dan Ruteng–Satar Mese dilaporkan terganggu akibat tanah longsor di sejumlah titik.

Di Kecamatan Cibal, beberapa titik longsor antara lain berada di Km 28 Desa Gapong, Wakal Desa Kentol, Golo Muwur Desa Riung dan Golo Ngencung Desa Riung.

Material longsor menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan menuju sejumlah wilayah terdampak.

Polres Manggarai bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan terhadap titik-titik yang mengalami gangguan akses.

Pelayanan RSUD Ruteng Tetap Berjalan

Di tengah kerusakan akibat gempa, pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng tetap berjalan.

Sejumlah pasien untuk sementara dirawat di tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit serta di area jalan raya depan RSUD Ruteng. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap kondisi bangunan rumah sakit pascagempa.

Polres Manggarai juga terus melakukan pengamanan di lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan aman.

Kapolres AKBP Levi Defriansyah telah memerintahkan seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Personel dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas, melakukan pendataan serta memantau perkembangan situasi di seluruh wilayah terdampak.

Kapolres Imbau Warga Tidak Mudah Percaya Hoaks

Kapolres Manggarai juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas serta informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi berwenang.

“Dalam situasi seperti ini, kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ikuti arahan petugas di lapangan,” ujar AKBP Levi.

Polres Manggarai memastikan pemantauan dan pendataan akan terus dilakukan. Setiap perkembangan terkait korban, kerusakan maupun kondisi wilayah akan diperbarui berdasarkan laporan personel di lapangan dan Posko Bencana Kabupaten Manggarai.

Di tengah situasi pascagempa, Polres Manggarai bersama seluruh stakeholder terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat, dengan fokus utama menyelamatkan korban, membantu warga terdampak, membuka akses yang terganggu dan memastikan keamanan tetap terjaga.

#NttPenuhKasih