Dari Lapangan Upacara, Polisi Tanamkan Disiplin dan Jauhi Bullying kepada Pelajar Kota Kupang
KUPANG – Senin pagi bukan hanya menjadi awal aktivitas belajar bagi para pelajar di Kota Kupang. Di sejumlah sekolah, suasana berbeda hadir ketika personel Ditbinmas Polda NTT berdiri di hadapan para siswa sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi menyentuh hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak dan remaja: disiplin, kejujuran, keselamatan berlalu lintas, bahaya bullying, bijak menggunakan media sosial dan gadget, menjauhi narkoba hingga pentingnya membangun pergaulan yang sehat.

Kegiatan tersebut berlangsung serentak, Senin (7/9/2026), di sejumlah sekolah di Kota Kupang. Personel Ditbinmas Polda NTT hadir bukan sekadar menjadi pembina upacara, tetapi juga membawa pesan kepolisian lebih dekat ke lingkungan pendidikan.

Di SMK Negeri 7 Kupang, Ipda Jubrina Agus bertindak sebagai Irup. Kepada para siswa, ia mengajak generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Para siswa juga diingatkan agar cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial. Kemajuan teknologi, menurut pesan yang disampaikan, harus dimanfaatkan untuk memperoleh informasi yang bermanfaat, belajar dan membangun komunikasi yang positif.
Pesan tegas juga diberikan terkait narkoba.
Para pelajar diajak menjauhi narkoba karena penyalahgunaan narkotika bukan hanya dapat menghancurkan masa depan seorang anak, tetapi juga berdampak pada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
“Jadilah generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Gunakan waktu untuk hal-hal yang positif, kembangkan bakat dan bangun pertemanan yang sehat,” menjadi pesan yang ditekankan kepada para siswa.
Polisi Masuk Sekolah, Dekat dengan Dunia Pelajar
Sementara itu, di Sekolah NCIPS Kupang, Ipda Agustinus N. Behar bertindak sebagai Irup. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada kedisiplinan dan keselamatan pelajar ketika berada di jalan raya.
Para siswa diingatkan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Disiplin juga tidak hanya berlaku ketika berada di jalan. Para pelajar diajak membangun kedisiplinan dalam belajar, bertindak dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal yang tak kalah penting adalah persoalan bullying.
Para siswa diingatkan agar tidak melakukan kekerasan maupun perundungan terhadap teman sekolah ataupun guru. Mereka juga diajak berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif dan berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga maupun sekolah.
Pesan serupa disampaikan di SD Inpres Bertingkat 1 dan 2 Kelapa Lima. Ipda Ongky Djami bertindak sebagai Irup dan menyampaikan amanat Kapolda NTT sekaligus memberikan edukasi mengenai upaya preventif terhadap bullying di lingkungan sekolah.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya dilakukan setelah peristiwa terjadi. Edukasi dan pembentukan karakter sejak dini menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Menanamkan Kejujuran Sejak Bangku Sekolah
Di MI Nurul Huda Kota Kupang, Ipda Johanes Bria, A.Md., juga hadir sebagai Irup dalam upacara bendera.
Kepada siswa-siswi, ia menyampaikan sejumlah pesan mengenai pentingnya kedisiplinan, kejujuran, ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
Para pelajar juga diajak untuk rajin belajar serta menghormati guru dan orang tua.
Di tengah perkembangan teknologi, mereka turut diingatkan agar bijak menggunakan gadget atau telepon seluler. Teknologi hendaknya menjadi sarana belajar dan berkembang, bukan justru menjadi sumber masalah bagi anak-anak.
Pesan mengenai bullying juga kembali ditekankan. Para siswa diajak untuk saling menghargai, tidak merendahkan teman dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Belajar Disiplin, Berani Menolak Bullying
Sementara di SD Inpres Naikoten 2 Kota Kupang, Aiptu Agostinha Gomes bertindak sebagai Irup dengan didampingi Ipda Melyanto Y. Mbeo.
Upacara tersebut diikuti unsur sekolah, guru, mahasiswa PPL serta para pelajar SD Inpres Naikoten 1 dan 2.
Pesan yang disampaikan kembali mengajak anak-anak menjadi pribadi yang disiplin, jujur dan tertib.
Para siswa juga diberikan pemahaman agar berani menolak bullying, tertib serta menjaga keselamatan ketika berada di jalan, rajin belajar dan menghormati guru maupun orang tua.
Pesan tersebut kemudian dirangkum dalam satu ajakan sederhana kepada para pelajar: disiplin dalam belajar, jujur dalam berkata dan bertindak, berani menolak bullying, tertib dan selamat di jalan, serta rajin belajar untuk meraih cita-cita.
Dirbinmas: Pendidikan Karakter Dimulai dari Kebiasaan Kecil
Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran personel kepolisian di sekolah merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus memberikan edukasi sejak dini.
Menurutnya, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, toleransi dan kepedulian terhadap sesama.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya berbicara tentang aturan, tetapi juga bagaimana membangun karakter, keberanian untuk melakukan hal yang benar dan kemampuan untuk menolak pengaruh negatif,” ujar Kombes Pol Sajimin.
Ia menegaskan, persoalan bullying, penyalahgunaan narkoba, perilaku negatif di media sosial maupun pelanggaran lalu lintas harus dicegah bersama.
“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh dan mengejar cita-cita. Untuk itu, kami mengajak guru, orang tua dan para siswa bersama-sama menciptakan lingkungan yang saling menghormati dan bebas dari kekerasan,” katanya.
Polisi Hadir Bukan Sekadar Menjadi Pembina Upacara
Kehadiran personel Ditbinmas Polda NTT di sekolah-sekolah Kota Kupang membawa pesan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan. Polisi juga hadir lebih awal, memberikan edukasi dan membangun kesadaran agar berbagai persoalan dapat dicegah sebelum terjadi.
Dari lapangan upacara, pesan itu ditanamkan perlahan kepada para pelajar.
Tentang bagaimana menjadi anak yang disiplin.
Tentang keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba dan pergaulan negatif.
Tentang pentingnya menghormati guru dan orang tua.
Tentang menjaga keselamatan di jalan.
Dan yang paling penting, tentang menjadi teman yang baik bagi teman lainnya.
Sebab, masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari ruang kelas, tetapi juga dari karakter anak-anak yang tumbuh di dalamnya.
Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, Ditbinmas Polda NTT terus berupaya membangun jembatan antara Polri, sekolah, guru, orang tua dan generasi muda.
Harapannya sederhana: anak-anak tumbuh aman, berkarakter, berprestasi dan berani memilih jalan yang benar untuk meraih cita-cita.
Humas Polda NTT
