Bukan Hanya Pulihkan Luka, Polres Mabar Rawat Mental dan Kesehatan Anak Pascagempa

Bukan Hanya Pulihkan Luka, Polres Mabar Rawat Mental dan Kesehatan Anak Pascagempa

Manggarai Barat – Pemulihan pascabencana gempa bumi bukan hanya tentang memastikan bangunan kembali berdiri. Bagi anak-anak, proses bangkit juga membutuhkan rasa aman, keceriaan dan perhatian terhadap kesehatan mereka.

Hal itulah yang dilakukan jajaran Polres Manggarai Barat, Polda NTT, dengan menghadirkan kegiatan trauma healing sekaligus pelayanan kesehatan bagi siswa terdampak gempa di SDN Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA tersebut menyasar siswa kelas V SDN Lancang. Personel Binmas dan Dokkes Polres Manggarai Barat hadir bersama guru dan para murid, menciptakan suasana yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak.

PS KBO Sat Binmas Polres Manggarai Barat Aiptu Teguh R.I. bersama anggota Binmas dan Dokkes memberikan pendampingan kepada anak-anak. Melalui pendekatan yang sederhana dan penuh keakraban, anak-anak diajak untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan yang masih tersisa setelah mengalami bencana.

Di sisi lain, tim Dokkes juga memastikan kondisi kesehatan anak-anak tetap terpantau. Pelayanan kesehatan diberikan sebagai bagian dari upaya membantu mereka kembali menjalani aktivitas belajar secara optimal, termasuk melalui pemberian multivitamin.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengatakan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikologis.

“Trauma healing merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polri. Penanganan bencana bukan hanya menyangkut pencarian dan penyelamatan secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat, khususnya anak-anak, memulihkan kondisi mentalnya,” ujar AKBP Christian Kadang.

Menurutnya, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut dan kecemasan yang mereka rasakan secara langsung.

“Anak-anak sering kali kesulitan mengungkapkan rasa takut dengan kata-kata. Karena itu, kita hadir dengan pendekatan yang sederhana, aman dan menyenangkan agar mereka dapat kembali merasa nyaman, berani dan perlahan pulih dari pengalaman bencana,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, kecemasan dan rasa takut yang dibiarkan berlarut-larut dapat berdampak terhadap kondisi seseorang. Karena itu, pendampingan psikologis perlu berjalan beriringan dengan pelayanan kesehatan.

“Trauma healing dan pelayanan kesehatan bagi korban bencana harus berjalan seiring. Kesehatan fisik dan mental sama-sama penting agar proses pemulihan dapat berlangsung secara optimal,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Manggarai Barat juga ingin membangun kembali rasa aman anak-anak di lingkungan sekolah sehingga mereka dapat kembali belajar dan beraktivitas tanpa terus dibayangi rasa takut.

Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Polri terhadap proses pemulihan sosial masyarakat. Sebab, semakin cepat anak-anak kembali merasa aman dan nyaman, semakin besar pula kesempatan mereka untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Sekitar pukul 10.00 WITA, kegiatan berakhir dalam keadaan aman dan lancar.

Kehadiran personel Binmas dan Dokkes Polres Manggarai Barat di SDN Lancang menjadi pesan sederhana namun penting bagi anak-anak terdampak gempa: mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Polri hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi juga dalam setiap langkah masyarakat untuk bangkit. Merawat kesehatan, memulihkan rasa aman dan mengembalikan senyum anak-anak menjadi bagian dari misi kemanusiaan Polres Manggarai Barat untuk masyarakat terdampak gempa.

#NTTPenuhKasih