Bhabinkamtibmas Hadiri Acara Rumah Adat Riak Slab, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Jauhi Miras

Bhabinkamtibmas Hadiri Acara Rumah Adat Riak Slab, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Jauhi Miras

TTU – Di tengah hangatnya kebersamaan masyarakat dalam menjalankan tradisi adat, kehadiran polisi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan penuh kedamaian.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Rumah Adat Riak Slab yang berlangsung di Rumah Adat Riak Slab, Maubam, RT 001/RW 001, Desa Manikin, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Jumat (4/9/2026).

Sejak pagi sekitar pukul 08.00 WITA, personel Polri hadir berbaur bersama masyarakat, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi sekaligus mempererat hubungan dengan warga di wilayah binaannya.

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Noemuti Timur, Kapospol Haekto sekaligus Bhabinkamtibmas Desa Naob dan Desa Haekto Aipda Bernabe Da Costa, Bhabinkamtibmas Desa Manikin dan Desa Kuaken Bripka Albandus Naben, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat yang mengikuti kegiatan adat.

Di tengah suasana kebersamaan tersebut, kedua personel Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Masyarakat diajak bersama-sama menjaga suasana tetap aman, tertib dan kondusif selama seluruh rangkaian kegiatan adat berlangsung. Warga juga diingatkan untuk saling menghormati, menjaga tutur kata serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perselisihan.

Tradisi Dijaga, Kamtibmas Tetap Terpelihara

Bagi Polri, kegiatan adat bukan hanya bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga ruang penting untuk memperkuat kemitraan dengan warga.

Karena itu, Bhabinkamtibmas mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras, termasuk sopi kampung, selama mengikuti kegiatan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar suasana kebersamaan tidak berubah menjadi persoalan yang dapat mengganggu keamanan.

Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai kegiatan adat yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru menimbulkan permasalahan akibat konsumsi minuman keras.

Pesan tersebut mendapat perhatian masyarakat yang hadir. Sebab, menjaga keamanan dalam kegiatan adat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan peran seluruh warga.

Tokoh adat dan tokoh masyarakat juga diharapkan terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga suasana kehidupan sosial yang harmonis, termasuk membantu menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Polisi Hadir Bukan Sekadar Mengamankan

Kehadiran Bhabinkamtibmas di Rumah Adat Riak Slab menunjukkan bahwa tugas polisi tidak selalu berada di balik seragam dan kegiatan penegakan hukum.

Ada ruang lain yang tidak kalah penting, yakni hadir mendengarkan masyarakat, membangun komunikasi dan menjadi bagian dari kehidupan warga.

Dengan berada langsung di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi dan dinamika yang berkembang sekaligus membangun kepercayaan dengan warga.

Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan melalui kebersamaan. Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang harus dijaga, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Bagi masyarakat, kehadiran personel Polri dalam kegiatan adat juga memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa polisi menghargai kehidupan sosial dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.

Apresiasi pun disampaikan warga atas kehadiran Bhabinkamtibmas yang tidak hanya melaksanakan pengamanan, tetapi juga berkomunikasi dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Masyarakat berharap pola pendekatan seperti ini terus dilakukan sehingga hubungan antara polisi dan warga semakin dekat dan komunikasi dapat terjalin tanpa sekat.

Adat Berjalan, Persaudaraan Tetap Terjaga

Kegiatan Rumah Adat Riak Slab berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari upaya Polres TTU menjaga agar tradisi masyarakat tetap dapat dilaksanakan dalam suasana yang nyaman, aman dan penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar pengamanan, kehadiran polisi di tengah kegiatan adat merupakan pesan bahwa keamanan dapat tumbuh dari komunikasi, kepedulian dan rasa saling menghormati.

Ketika adat tetap lestari, masyarakat tetap bersatu, dan kamtibmas terjaga, di situlah kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai bagian dari masyarakat.