16 Ton Bantuan Gempa Flores Dikawal POLRI hingga Siap Didistribusikan
Sikka, NTT — Operasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Sikka terus bergerak. Sejak bantuan logistik tiba menggunakan pesawat TNI AU A400M di Bandara Frans Seda Maumere, aparat kepolisian bersama unsur terkait langsung memastikan seluruh bantuan dibongkar, diamankan, dan dipindahkan hingga siap didistribusikan kepada masyarakat.

Sebanyak 16 ton bantuan kemanusiaan dipindahkan dari pesawat ke 10 unit kendaraan R6. Proses tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 23.30 WITA sebelum seluruh logistik diamankan di tempat penyimpanan kawasan Bandara Frans Seda.
Pada Jumat, 4 September 2026, pengamanan berlanjut melalui apel pengecekan personel di Kantor BPBD Kabupaten Sikka. Sebanyak 16 dari 17 personel Polres Sikka yang ditugaskan hadir untuk mengawal proses pendistribusian bantuan.
Di waktu yang sama, BPBD Sikka menerima tambahan bantuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta) berupa 875 kilogram beras, 55 dus mi instan, 55 papan telur, dan 55 liter minyak goreng. Bantuan kemudian diangkut menggunakan kendaraan pick-up dan diamankan di Gudang 3 Cosik dalam keadaan aman dan kondusif.
Sementara itu, pengamanan logistik di Bandara Frans Seda juga diperkuat. Dari 47 personel yang ditugaskan, 32 personel hadir dalam apel pengecekan. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rantai bantuan, mulai dari kedatangan, pembongkaran, penyimpanan hingga pendistribusian, berjalan aman dan lancar.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan bantuan merupakan bagian integral dari operasi kemanusiaan.
“Operasi kemanusiaan harus bergerak dalam satu irama. Setiap bantuan yang datang harus dipastikan aman, tercatat, tersimpan dan dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran personel Polri bersama seluruh unsur terkait merupakan bentuk komitmen untuk memastikan bantuan tidak berhenti di tempat kedatangan, tetapi benar-benar sampai kepada warga terdampak gempa,” tegasnya.
Menurutnya, di tengah kondisi pascagempa yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan, setiap ton bantuan memiliki arti penting bagi masyarakat.
Rangkaian pengamanan dari Bandara Frans Seda hingga gudang penyimpanan menunjukkan bahwa operasi kemanusiaan tidak hanya berfokus pada kedatangan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh logistik terlindungi dan siap disalurkan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan, proses pengamanan, penerimaan dan pemindahan bantuan berlangsung aman, lancar dan kondusif. Operasi kemanusiaan pun terus bergerak dengan satu tujuan: memastikan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores tiba tepat waktu dan tepat sasaran.
Humas Polda NTT
