Tercatat, 890 Personel Terima Reward, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko Tegaskan Reward dan Punishment Harus Seimbang

Tercatat, 890 Personel Terima Reward, Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko Tegaskan Reward dan Punishment Harus Seimbang

Kupang, NTT – Komitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. Hingga saat ini, sebanyak 890 anggota Polda NTT telah menerima reward atau penghargaan atas dedikasi dan kinerja mereka dalam menjalankan tugas kepolisian.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota yang menunjukkan integritas, disiplin, serta keberhasilan dalam melayani dan melindungi masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko., S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa pemberian penghargaan merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja positif di lingkungan kepolisian.

“Sebanyak 890 anggota sudah kita berikan reward sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan dedikasi mereka. Ini penting untuk memotivasi seluruh personel agar terus bekerja dengan baik, profesional, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Irjen Rudi Darmoko disela-sela kegiatan Rapim Polda NTT, Kamis (5/3/26).

Namun di sisi lain, Kapolda juga menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Personel yang terbukti melanggar aturan akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bagi anggota yang melakukan pelanggaran, tentu akan kita berikan sanksi yang berat. Kita ingin membangun institusi yang profesional, sehingga reward dan punishment harus berjalan seimbang,” tegasnya.

Selain fokus pada pembinaan internal, Kapolda NTT juga mendorong berbagai program sosial untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di berbagai wilayah NTT yang mengalami kesulitan air bersih.

Saat ini, sebanyak 80 titik sumur bor telah dibangun untuk membantu kebutuhan air masyarakat. Program tersebut akan terus diperluas selama masa kepemimpinannya.

“Saat ini sudah ada 80 titik sumur bor yang kita bangun. Target kita selama menjabat sebagai Kapolda NTT adalah mencapai 100 titik. Jika ada masyarakat atau wilayah yang membutuhkan, silakan dilaporkan melalui koorspripim agar bisa kita tindak lanjuti,” jelas Kapolda.

Tidak hanya pembangunan sumur bor, Polda NTT juga menjalankan sejumlah program kemanusiaan lainnya, seperti pemasangan penerangan jalan di sejumlah daerah serta program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Kapolda, program-program tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan tetapi juga dalam membantu meningkatkan kesejahteraan warga.

“Polri harus hadir memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Selain menjaga keamanan, kita juga ingin membantu masyarakat melalui program sosial seperti sumur bor, penerangan jalan, dan bedah rumah,” tambahnya.

Melalui berbagai program tersebut, Kapolda NTT berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat, serta tercipta kepercayaan publik yang lebih baik terhadap institusi Polri.