Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Kuwus Tembus Jalan Rusak Bantu Janda Lansia Korban Kebakaran
MANGGARAI BARAT – Di sebuah kampung terpencil yang dikelilingi perbukitan di Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, seorang perempuan lanjut usia bernama Margaretha Alus (65) masih berusaha tegar menghadapi kenyataan pahit yang menimpanya. Rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh dan menyimpan seluruh kenangan hidupnya kini hanya menyisakan puing dan abu.

Musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) sore itu tidak hanya meluluhlantakkan bangunan rumah semi permanen miliknya, tetapi juga menghanguskan seluruh harta benda, hasil panen, dokumen penting keluarga, hingga tabungan yang selama ini dikumpulkan dengan susah payah.
Di tengah duka yang mendalam itu, secercah harapan datang dari jajaran Polsek Kuwus.
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi untuk Masyarakat”, personel Polsek Kuwus bergerak menuju Kampung Rejing, Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran.
Namun perjalanan menuju lokasi bukanlah perkara mudah.
Dipimpin langsung Kapolsek Kuwus, IPDA Arsilinus Lentar, rombongan harus menempuh medan yang berat menggunakan kendaraan dinas. Jalan tanah berbatu, tanjakan curam, dan sejumlah ruas jalan yang rusak parah menjadi tantangan yang harus dilalui demi memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh korban.
Bagi sebagian orang, perjalanan tersebut mungkin cukup untuk membuat langkah terhenti. Namun bagi para personel Polsek Kuwus, kondisi geografis bukan alasan untuk mengabaikan warga yang membutuhkan pertolongan.
"Kami menyadari akses menuju lokasi memang sangat menantang karena kondisi jalan yang cukup berat. Namun bagi kami, membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah adalah bagian dari tugas kemanusiaan yang harus dijalankan. Tidak boleh ada warga yang merasa sendiri saat menghadapi cobaan seperti ini," ujar Kapolsek Kuwus, IPDA Arsilinus Lentar.
Setibanya di lokasi, para personel langsung menyerahkan berbagai bantuan kebutuhan pokok kepada Margaretha Alus. Paket bantuan tersebut berisi bahan pangan, pakaian layak pakai, perlengkapan dapur, serta kebutuhan sehari-hari lainnya untuk membantu korban bertahan setelah kehilangan tempat tinggal.
Namun bantuan yang diberikan tidak hanya berupa barang.
Di balik paket sembako yang diserahkan, tersimpan pesan empati dan dukungan moral bagi seorang ibu yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.
"Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban Ibu Margaretha dan memberikan semangat untuk bangkit kembali," lanjut IPDA Arsilinus.
Selain menyerahkan bantuan, personel Polsek Kuwus juga memberikan dukungan psikologis atau trauma healing kepada korban. Kehilangan rumah beserta seluruh isi di dalamnya merupakan pukulan berat yang tidak mudah dilalui, terlebih bagi seorang perempuan lanjut usia yang hidup seorang diri.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah keterbatasan tersebut rupanya memberikan kekuatan tersendiri bagi Margaretha.
Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
"Saya tidak menyangka Bapak Kapolsek dan anggota datang sampai ke kampung kami yang jauh. Rumah saya sudah habis terbakar, semua barang dan hasil panen hilang. Kehadiran bapak-bapak polisi hari ini membuat saya merasa tidak sendiri dan memberi saya semangat untuk tetap kuat menghadapi cobaan ini," tutur Margaretha dengan suara bergetar.
Musibah yang menimpa Margaretha terjadi saat dirinya sedang menghadiri kegiatan adat di luar rumah. Ketika api mulai berkobar, tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha melakukan pemadaman secara mandiri, namun kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu dan bambu.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta. Selain rumah, api juga menghanguskan uang tunai, dokumen penting keluarga, berbagai ijazah pendidikan, serta hasil panen berupa beras, padi, dan cengkeh yang siap dijual.
Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Kuwus masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.
Meski demikian, bagi Margaretha Alus, bantuan yang datang dari kepolisian telah menghadirkan harapan baru di tengah kesedihan yang belum sepenuhnya sirna.
Di balik jalan rusak yang harus ditembus dan medan berat yang harus dilalui, tersimpan sebuah pesan sederhana namun bermakna: bahwa kemanusiaan tidak mengenal jarak, dan kepedulian akan selalu menemukan jalannya.
Melalui aksi tersebut, Polsek Kuwus kembali membuktikan bahwa pengabdian Polri bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga tentang menghadirkan empati, menyalakan harapan, dan berdiri bersama masyarakat ketika mereka menghadapi masa-masa paling sulit dalam hidupnya.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
