Polri Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores, 15 KK di Wae Jare Terima Sembako dan Selimut
MANGGARAI BARAT, NTT — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores. Di tengah kondisi pascabencana yang masih dirasakan warga, Polri kembali hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui Polsek Sano Nggoang, Polres Manggarai Barat, bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan Polri terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi Flores. Bencana tersebut tidak hanya berdampak terhadap tempat tinggal warga, tetapi juga mengganggu aktivitas dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memberikan pelayanan dan bantuan, khususnya ketika masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana.
“Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana. Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan wujud nyata kehadiran Polri untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak. Karena itu, Polri terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat. Dalam kondisi pascabencana, kebutuhan dasar warga menjadi perhatian bersama. Polri bersama seluruh pihak akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakapolres Manggarai Barat Kompol Martinus Pake, S.H., M.H., menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan kali ini diperuntukkan bagi 15 kepala keluarga (KK) di Desa Wae Jare yang terdampak gempa bumi.
“Pada hari ini kami menyalurkan bantuan dari Kepolisian Republik Indonesia melalui Polsek Sano Nggoang, Polres Manggarai Barat, kepada masyarakat Desa Wae Jare yang terdampak pascagempa bumi Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana,” ujar Kompol Martinus.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa 15 dus mi instan Ekomie dan 10 buah selimut. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan perlengkapan yang dapat digunakan warga untuk beristirahat di tengah kondisi pascabencana.
Kompol Martinus menegaskan, bantuan kemanusiaan yang diberikan Polri bukan sekadar penyaluran barang. Lebih dari itu, kehadiran personel kepolisian di lapangan menjadi pesan bahwa masyarakat terdampak bencana tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian bersama. Polri akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polsek Sano Nggoang turun langsung ke lapangan, yakni AIPTU Gufran selaku Wakapolsek, AIPDA As’ari, dan BRIPTU Rocky Maloko.
Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Desa Wae Jare merupakan bagian dari bantuan bencana gempa Flores yang berasal dari Polda Bali dan Polda Metro Jaya. Sebelumnya, bantuan tersebut dikeluarkan dari Gudang Aula Kemala Bhayangkari Polres Manggarai Barat untuk kemudian didistribusikan secara bertahap ke wilayah yang masyarakatnya terdampak gempa.
Bantuan dari Polda Bali terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat, antara lain terpal berukuran 3×4 meter, air mineral, selimut, popok Mamy Poko, biskuit Roma Kelapa, tisu Laris, kasur lipat, kasur lantai, sarung, serta berbagai jenis sembako.
Sementara itu, bantuan dari Polda Metro Jaya berupa mi instan Ekomie dan mi instan Indomie. Seluruh bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Untuk warga Desa Wae Jare, penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Desa Wae Jare dan diterima oleh Sekretaris Desa. Selanjutnya, pemerintah desa akan menyalurkan bantuan tersebut kepada 15 kepala keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Namun, pendistribusian dari kantor desa kepada warga belum langsung dilakukan karena pihak desa masih menunggu kendaraan untuk mengangkut bantuan. Jumlah barang yang cukup banyak serta kondisi akses jalan menjadi pertimbangan utama, mengingat tidak seluruh bantuan memungkinkan dibawa menggunakan sepeda motor.
“Untuk pendistribusian ke masyarakat, pihak desa masih menunggu kendaraan karena jumlah barang cukup banyak dan akses menuju lokasi juga menjadi pertimbangan. Dengan kendaraan, bantuan akan lebih mudah dibawa dan disalurkan kepada 15 kepala keluarga yang telah menjadi sasaran penerima,” jelas Kompol Martinus.
Pihak kepolisian memastikan koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan agar bantuan yang telah diterima dapat segera sampai kepada warga yang membutuhkan. Proses penyaluran juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses menuju lokasi penerima bantuan.
Di tengah situasi pascabencana yang masih dirasakan masyarakat, bantuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, kehadiran personel kepolisian di tengah warga juga diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun optimisme masyarakat untuk kembali menata kehidupan mereka.
Polri bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak, termasuk warga yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses.
Selama kegiatan penyaluran bantuan berlangsung, situasi di wilayah Desa Wae Jare terpantau aman dan terkendali. Personel kepolisian juga melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Bagi masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana, bantuan sekecil apa pun memiliki arti yang besar. Di tengah ketidakpastian dan kekhawatiran pascagempa, kepedulian dan perhatian berbagai pihak menjadi kekuatan bagi warga untuk bangkit.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari semangat kemanusiaan dan gotong royong—bahwa dalam menghadapi bencana, masyarakat tidak berjalan sendiri. Bersama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, upaya pemulihan terus dilakukan agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tenang.
Humas Polda NTT
