Polisi yang Mengabdi dengan Hati: Kisah Kapolsek Pulau Ende yang Menjadi Imam, Guru Ngaji, dan Sahabat Masyarakat
Ende, NTT – Di tengah derasnya kritik terhadap institusi Polri, masih ada sosok polisi yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan, namun begitu dekat dengan masyarakat. Sosok itu adalah Kapolsek Pulau Ende, Ipda Heru Sutaban.
Bertugas di wilayah kepulauan yang harus ditempuh dengan menyeberangi lautan tidak menyurutkan semangat pengabdiannya. Dengan mengayuh sepeda tua, menumpang kapal kayu bersama warga, hingga berpatroli menyusuri jalan rabat di Pulau Ende, Ipda Heru memilih hadir langsung di tengah masyarakat.
Tidak hanya menjalankan tugas sebagai Kapolsek, Ipda Heru juga menjadi imam dan khatib Salat Jumat, mengajar mengaji anak-anak di TPA, memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara humanis, serta rutin membangun kedekatan dengan para nelayan hingga ikut melaut bersama mereka.
Pendekatan humanis yang dilakukannya membuat masyarakat Pulau Ende menganggapnya bukan sekadar polisi, tetapi juga sahabat, guru, bahkan keluarga. Kehadirannya dinilai mampu mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa sosok Ipda Heru merupakan potret nyata implementasi Polri Presisi yang hadir dan bekerja untuk masyarakat.
"Bapak Kapolda NTT memberikan apresiasi atas dedikasi dan ketulusan Ipda Heru Sutaban dalam melayani masyarakat Pulau Ende. Beliau menunjukkan bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menjadi pelayan, pelindung, pengayom sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat. Keteladanan seperti inilah yang terus didorong di lingkungan Polda NTT, yakni polisi yang hadir dengan hati, membangun kepercayaan melalui tindakan nyata, sederhana, dan penuh keikhlasan," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Menurutnya, kisah Ipda Heru membuktikan bahwa pengabdian yang tulus akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.
"Kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui kata-kata, tetapi melalui konsistensi dalam melayani. Apa yang dilakukan Ipda Heru menjadi inspirasi bahwa di balik berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi institusi Polri, masih banyak anggota yang bekerja tanpa pamrih demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Kabidhumas.
Kisah Ipda Heru Sutaban menjadi bukti bahwa Polri yang dekat dengan masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan nyata hadir melalui pengabdian yang sederhana, tulus, dan penuh makna.
Humas Polda NTT
