Polda NTT Pastikan Semburan Lumpur di Bukit Liman Bukan Letusan Gunung Api, Warga Diimbau Tetap Tenang

Polda NTT Pastikan Semburan Lumpur di Bukit Liman Bukan Letusan Gunung Api, Warga Diimbau Tetap Tenang

Kupang — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memastikan fenomena semburan lumpur yang terjadi di Bukit Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, bukan merupakan letusan gunung api. Kepastian ini disampaikan setelah jajaran Polres Kupang melakukan pengecekan dan verifikasi langsung di lapangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa fenomena tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga setelah beredarnya video di media sosial dan grup WhatsApp yang menyebut Bukit Liman “meletus”.

“Hasil pengecekan di lapangan memastikan bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur alami, bukan aktivitas vulkanik. Bukit Liman bukan gunung api, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” tegas Kombes Pol. Henry.

Kronologi Kejadian

Fenomena alam ini terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 Wita, dan direkam oleh seorang warga setempat. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, terlihat semburan lumpur dari kaki bukit yang dari kejauhan menyerupai gelombang besar, sehingga menimbulkan asumsi keliru di tengah masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Uitiuh Tuan segera melakukan pengecekan lokasi pada Selasa, 13 Januari 2026. Dari hasil verifikasi, diketahui bahwa:

  • Aktivitas semburan lumpur telah berhenti pada Selasa pagi.

  • Endapan lumpur tersisa berukuran sekitar 30 x 40 meter.

  • Lokasi semburan berada sekitar 2 kilometer dari permukiman warga.

  • Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat peristiwa tersebut.

Diduga Akibat Tekanan Gas Alam

Menurut Kabidhumas Polda NTT, fenomena ini diduga terjadi akibat tekanan gas alam dan air di bawah permukaan tanah yang menemukan celah atau rekahan untuk keluar ke permukaan.

“Fenomena ini baru pertama kali terjadi di Bukit Liman. Dugaan sementara disebabkan oleh tekanan gas dan air tanah, bukan karena aktivitas gunung api,” jelasnya.

Langkah Kepolisian dan Imbauan

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Semau bersama pemerintah desa dan kecamatan telah melakukan sejumlah upaya, antara lain pemasangan rencana papan peringatan, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, serta penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi semburan, tetap waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” tambah Kombes Pol. Henry.

Polda NTT juga memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjamin keselamatan masyarakat.

Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi

Kabidhumas Polda NTT menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menyaring informasi, khususnya yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, dan mempercayakan informasi resmi kepada aparat serta instansi berwenang,” pungkasnya.