Naik Sepeda Motor Antar Bantuan, Kapolres Manggarai Timur Jangkau 156 Warga di Kampung Podol
MANGGARAI TIMUR — Keterbatasan akses tak menyurutkan langkah Polri untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana. Menggunakan sepeda motor, Kapolres Manggarai Timur Haryanto, S.H., S.I.K., M.M., CPHR, bersama personel menyisir wilayah terpencil dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Kampung Podol, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (30/8/2026).

Sebanyak 10 personel Polres Manggarai Timur terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka mendatangi langsung lokasi pengungsian yang dihuni 54 kepala keluarga atau 156 jiwa terdampak bencana.

Bantuan yang dibawa dan diserahkan kepada masyarakat terdiri dari 100 kilogram beras, 10 selimut bayi, 5 dus biskuit, 2 dus pampers, 15 paket mi instan, 10 kain sarung, 2 dus susu balita, 10 tikar bayi, serta 10 dus air minum.
Bantuan tersebut disalurkan secara langsung agar kebutuhan dasar warga yang masih berada dalam kondisi pascabencana dapat terbantu.
Kapolres Manggarai Timur Haryanto mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut petunjuk dan arahan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. agar personel aktif menyisir wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
“Atas petunjuk dan arahan dari Bapak Kapolda NTT, Bapak Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko, kami personel Polres Manggarai Timur mendatangi, menyisir kampung-kampung yang sangat terpencil. Kita mendatangi masyarakat yang terdampak bencana, kita salurkan, kita distribusikan bantuan-bantuan dari Bapak Kapolri, maupun Bapak Kapolda, maupun dari polda-polda yang lain,” ujar Haryanto.
Penggunaan sepeda motor menjadi pilihan untuk mendukung mobilitas personel menuju Kampung Podol. Di tengah kondisi akses yang terbatas, kendaraan roda dua memungkinkan rombongan lebih mudah menjangkau wilayah yang tidak selalu dapat dilalui kendaraan roda empat.
Bagi warga pengungsi, kedatangan personel Polri tidak hanya berarti menerima bantuan. Kehadiran langsung aparat di tengah mereka juga memberikan rasa diperhatikan dan menguatkan semangat masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.
Dengan jumlah 54 KK atau 156 jiwa, kebutuhan warga di lokasi pengungsian tentu tidak sedikit. Bantuan berupa beras, air minum, makanan, perlengkapan bayi hingga kebutuhan sehari-hari diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Kepala Dusun Podol menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda NTT, serta Kapolres Manggarai Timur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda NTT, dan Bapak Kapolres Manggarai Timur yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama bagi keluarga yang masih berada dalam kondisi terdampak bencana,” ungkapnya.
Kepala Dusun Podol juga mengapresiasi kesediaan Kapolres bersama anggota untuk datang langsung ke wilayah mereka. Menurutnya, kehadiran personel kepolisian memberikan semangat tersendiri bagi warga yang sedang menjalani masa sulit.
Kapolda NTT melalui jajaran Polres Manggarai Timur terus mendorong agar pendistribusian bantuan dilakukan secara merata dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil.
Bagi Polri, distribusi bantuan bukan sekadar memindahkan logistik dari satu tempat ke tempat lain. Ada tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
Perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Kampung Podol menjadi bukti bahwa keterbatasan medan bukan alasan untuk berhenti melayani.
Ketika jalan sulit ditempuh, personel mencari cara. Ketika warga membutuhkan, polisi datang. Dan ketika masyarakat masih bertahan di pengungsian, Polri berupaya memastikan mereka tidak merasa sendirian.
Dari Kampung Podol, pesan itu kembali ditegaskan: Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat bangkit dari bencana.
NTT Penuh Kasih, Polri untuk Masyarakat.
Humas Polda NTT
