Menembus Laut Menuju Pulau Sukun, Polri Salurkan 146 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa
MAUMERE — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus bergerak hingga ke wilayah kepulauan. Senin (31/8/2026), jajaran Direktorat Polairud Polda NTT menggunakan KP. Pulau Sukur 3007 untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada warga Pulau Sukun, Kabupaten Sikka.

Kapal polisi tersebut bertolak dari Dermaga Wuring, Maumere, sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa 146 paket sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana.

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tidak luput dari perhatian.

“Polri terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan akses tersendiri. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Henry.

Bantuan Menyeberangi Laut, Nelayan Ikut Membantu
Perjalanan KP. Pulau Sukur 3007 menuju Pulau Sukun ditempuh selama sekitar tiga setengah jam. Kapal tiba di perairan Pulau Sukun sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi aman.
Namun, tantangan belum berakhir. Jarak dermaga dari kawasan permukiman membuat paket bantuan tidak dapat langsung diturunkan dan diangkut melalui jalur darat.
Personel kemudian berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk menggunakan perahu motor milik nelayan sebagai sarana estafet mengangkut bantuan menuju daratan.
Sekitar pukul 09.00 WITA, personel Ditpolairud Polda NTT bersama personel Polres Sikka dan masyarakat Pulau Sukun bergotong royong memindahkan paket sembako dari kapal ke perahu nelayan.
Sinergi tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana keterbatasan akses tidak menghalangi bantuan untuk sampai kepada masyarakat.
KP. Pulau Sukur 3007 selanjutnya bergeser mendekati dermaga Pulau Sukun agar proses distribusi dapat dilakukan lebih mudah. Dua kendaraan roda tiga turut digunakan untuk membawa bantuan menuju lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.
146 Paket Sembako Diserahkan kepada Warga
Sekitar pukul 10.30 WITA, bantuan secara simbolis diserahkan kepada Kepala Desa Sukun, Ismail Irianto.
Sebanyak 146 paket sembako diterima untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Sukun.
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra menegaskan bahwa distribusi bantuan bukan sekadar memindahkan paket logistik dari satu tempat ke tempat lain.
“Yang terpenting adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Dalam situasi bencana, setiap paket bantuan memiliki arti bagi warga yang sedang berusaha bangkit,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana. Karena itu, diperlukan kerja sama antara personel Polri dan masyarakat agar setiap bantuan dapat menjangkau sasaran secara efektif.
Anak-Anak Pulau Sukun Juga Mendapat Perhatian
Tidak hanya membawa bantuan pangan, kehadiran personel Polri di Pulau Sukun juga diisi dengan kegiatan trauma healing bagi anak-anak usia dini dan usia sekolah.
Kegiatan tersebut dipimpin Iptu Agung Wiriawan, Pan Ops KP. Kasturi 6002. Anak-anak diajak mengikuti kegiatan yang bersifat menghibur sekaligus mendapatkan perhatian setelah menghadapi situasi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga menerima extra puding.
Kegiatan trauma healing menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan dasar, tetapi juga rasa aman, perhatian dan pendampingan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis mereka.
Polri Hadir hingga Wilayah Kepulauan
Kombes Pol. Henry mengatakan, rangkaian kegiatan di Pulau Sukun menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat.
“Selain memenuhi kebutuhan dasar, kita juga ingin memberikan rasa aman dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian. Polri akan terus berupaya hadir sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian distribusi bantuan dan trauma healing selesai, personel mempersiapkan perjalanan kembali ke Maumere. KP. Pulau Sukur 3007 tiba kembali di Dermaga Wuring sekitar pukul 15.45 WITA dalam keadaan aman.
Pelayaran tersebut mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam. Namun bagi masyarakat Pulau Sukun, perjalanan itu membawa pesan yang jauh lebih besar: bahwa di tengah masa sulit pascagempa, perhatian dan kepedulian tidak berhenti di daratan.
Bantuan menyeberangi laut, personel bergerak hingga ke pelosok kepulauan, dan anak-anak kembali tersenyum.
NTT Penuh Kasih, Polri untuk Masyarakat.
Humas Polda NTT
