Kabidhumas Polda NTT Bekali Kasat Binmas Strategi Bhabinkamtibmas Memelihara Kamtibmas di Era Digital
Kupang – Kabidhumas Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., memberikan materi mengenai Strategi Bhabinkamtibmas Memelihara Kamtibmas di Era Digital dalam Forum Belajar Ditbinmas Polda NTT yang diikuti para Kasat Binmas Polres jajaran Polda NTT di Ruang Rapat Utama Lantai III Mapolda NTT, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda NTT meningkatkan kapasitas personel Binmas agar mampu menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa perkembangan internet dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga memunculkan berbagai ancaman seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga kejahatan siber yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas.
"Peran Bhabinkamtibmas saat ini tidak hanya hadir di tengah masyarakat secara langsung, tetapi juga harus mampu hadir di ruang digital sebagai penyampai informasi yang benar, penangkal hoaks, sekaligus menjadi agen edukasi literasi digital bagi masyarakat," ujar Kombes Henry.
Ia menjelaskan, terdapat tiga strategi utama yang perlu diterapkan oleh Bhabinkamtibmas dalam menjaga kamtibmas di era digital. Pertama, memperkuat sinergi antara Humas Polri dan Bhabinkamtibmas dalam memproduksi serta menyebarluaskan konten-konten edukatif yang mudah dipahami masyarakat.
Strategi kedua adalah mengoptimalkan cooling system digital melalui deteksi dini terhadap isu-isu provokatif, patroli siber yang bersifat edukatif, serta penyampaian pesan-pesan kamtibmas secara cepat dan tepat melalui berbagai platform media sosial.
Selanjutnya, strategi ketiga yakni membentuk Netizen Sadar Kamtibmas dengan melibatkan pemuda, karang taruna, tokoh masyarakat, dan komunitas digital sebagai mitra Polri dalam meningkatkan literasi digital, membantu memverifikasi informasi, serta melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurut Kabidhumas, keberhasilan menjaga keamanan di era digital tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
"Kolaborasi menjadi kunci. Ketika masyarakat memiliki literasi digital yang baik, mampu memilah informasi, serta aktif melaporkan potensi gangguan kamtibmas, maka ruang digital akan menjadi lebih aman dan kondusif," katanya.
Selain memberikan materi, Kabidhumas juga mendorong para Kasat Binmas untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial dan grup WhatsApp desa binaan sebagai sarana penyampaian informasi yang cepat, edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dalam forum tersebut dapat diteruskan kepada seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing sehingga mampu memperkuat fungsi pencegahan, edukasi, dan pembinaan masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Melalui forum belajar ini, Polda NTT terus berkomitmen meningkatkan profesionalisme personel Binmas agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menjadi garda terdepan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
#NttPenuhKasih
Humas Polda NTT
