Asah Profesionalisme Penyidik, Polres TTS Gelar Lomba Olah TKP Antar Polsek Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Asah Profesionalisme Penyidik, Polres TTS Gelar Lomba Olah TKP Antar Polsek Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Soe, NTT – Semangat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 terus bergelora di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Selatan (TTS). Tidak hanya diwarnai dengan kegiatan sosial dan olahraga, momentum peringatan hari lahir Korps Bhayangkara tahun ini juga dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan yang edukatif dan kompetitif.

Pada Kamis (25/6/2026), Polres TTS menggelar Lomba Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) antar Polsek jajaran yang berlangsung di lingkungan Mapolres TTS. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus meningkatkan kemampuan teknis personel di bidang fungsi reserse kriminal.

Lomba yang diinisiasi oleh panitia Hari Bhayangkara ke-80 Polres TTS bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres TTS ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembelajaran dan evaluasi kemampuan personel dalam menangani Tempat Kejadian Perkara secara profesional dan sesuai prosedur.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dirancang menyerupai situasi penanganan kasus yang sesungguhnya. Setiap tim dituntut mampu melakukan tahapan olah TKP secara sistematis, mulai dari pengamanan lokasi, identifikasi barang bukti, dokumentasi, pengukuran, hingga penyusunan laporan hasil pemeriksaan awal.

Kapolres TTS melalui panitia pelaksana menjelaskan bahwa lomba ini memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan anggota di lapangan.

Selain memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan personel Polsek jajaran dalam menangani TKP secara profesional, menambah wawasan terkait teknik olah TKP, serta meningkatkan pemahaman terhadap tahapan dan perlengkapan yang diperlukan dalam pelaksanaan olah TKP.

"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh personel, khususnya yang bertugas di wilayah Polsek, semakin memahami prosedur dan standar operasional dalam penanganan TKP sehingga mampu mendukung proses penegakan hukum yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap salah satu panitia pelaksana.

Pada pelaksanaan lomba hari ini, sebanyak enam Polsek turut ambil bagian, yakni Polsek Mollo Selatan, Polsek Kuanfatu, Polsek Amanatun Selatan, Polsek Kie, Polsek Jualin, dan Polsek Kolbano.

Masing-masing tim menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menganalisis skenario kasus yang telah disiapkan panitia. Ketelitian dalam mengamankan TKP, kecepatan mengidentifikasi petunjuk, hingga kemampuan bekerja sama dalam tim menjadi aspek penting yang dinilai oleh dewan juri.

Dengan keikutsertaan enam Polsek tersebut, tercatat sebanyak 12 Polsek dari total 14 Polsek yang berada di wilayah hukum Polres TTS telah mengikuti rangkaian lomba olah TKP yang digelar secara bertahap.

Atmosfer kompetisi berlangsung dinamis namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan semangat belajar. Para peserta terlihat serius mengikuti setiap tahapan penilaian karena menyadari bahwa kemampuan olah TKP merupakan salah satu fondasi utama dalam mengungkap sebuah tindak pidana.

Kasat Reskrim Polres TTS selaku penanggung jawab teknis kegiatan menilai bahwa lomba semacam ini menjadi metode efektif untuk mengukur sekaligus meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di lapangan.

Kemampuan melakukan olah TKP yang baik tidak hanya membantu mengungkap kasus secara cepat, tetapi juga menentukan kualitas pembuktian dalam proses penyidikan hingga persidangan.

Oleh karena itu, setiap anggota dituntut memiliki pemahaman yang kuat terhadap prosedur olah TKP agar setiap barang bukti dan petunjuk yang ditemukan dapat diolah secara profesional tanpa mengurangi nilai pembuktiannya.

Panitia menjelaskan bahwa hasil penilaian seluruh peserta akan direkap secara menyeluruh sebelum menentukan para juara. Pengumuman pemenang direncanakan dilakukan pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polres TTS yang akan berlangsung pada 1 Juli 2026 mendatang.

Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas pelaksanaan lomba olah TKP yang digelar Polres Timor Tengah Selatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah positif yang tidak hanya memeriahkan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri, khususnya di bidang reserse dan investigasi.

"Hari Bhayangkara harus menjadi momentum refleksi sekaligus peningkatan kualitas pengabdian. Apa yang dilakukan Polres TTS melalui lomba olah TKP ini merupakan kegiatan yang sangat konstruktif karena menggabungkan semangat perayaan dengan upaya meningkatkan kompetensi personel di bidang teknis kepolisian," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra mewakili Kapolda NTT.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemampuan olah TKP merupakan keterampilan dasar yang sangat menentukan keberhasilan pengungkapan suatu perkara.

"Penanganan TKP yang profesional akan menghasilkan proses penyelidikan dan penyidikan yang lebih akurat, objektif, dan berkeadilan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didorong sebagai bagian dari pembinaan kemampuan personel agar Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya," jelasnya.

Kabidhumas menambahkan bahwa Kapolda NTT berharap seluruh personel menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman sehingga kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Kami berharap semangat kompetisi yang sehat ini dapat melahirkan personel-personel yang semakin terampil, responsif, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inilah esensi Hari Bhayangkara, yakni memperkuat kapasitas institusi untuk menghadirkan pelayanan dan penegakan hukum yang semakin berkualitas," tutup Kombes Henry.

Melalui lomba olah TKP ini, Polres TTS tidak hanya merayakan Hari Bhayangkara ke-80 dengan semarak, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan siap menjawab tantangan tugas di era yang semakin kompleks.